Era digital memudahkan antar sesama warga berjejaring, saling berinteraksi, saling berbagi ilmu melalui internet. Ini hikmah positif dari revolusi komunikasi di abad ini. Kini, beragam aplikasi tumbuh dan memudahkan antar sesama kita saling mengenal dan menghimpun informasi. Inisiatif pemberdayaan diri pada saat ini juga mulai tumbuh di kalangan peternak hewan, khususnya peternak kambing dan sapi.
Saya mengikuti dari dekat derap perubahan yang mudahan-mudahan akan terjadi ke depan. Sudah hampir satu bulan, para pegiat dan peduli peternak menyusun sebuah aplikasi untuk memfasilitasi jejaring antar sesama mereka. Harapannya, dengan aplikasi khusus yang mereka bangun ini, mereka dapat membangun gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan mereka saling mengenal, mereka berharap akan semakin mudah merancang program dan membangun harapan. Karena itu, tepat di bulan puasa ini, Sabtu 23 Maret 2024, aplikasi itu ditentukan. Namanya INTERNAK. Nama ini unik karena menggambarkan jejaring para pe-TERNAK yang basis utamanya INTERNET.

Dalam pertemuan penggagas inti dari gerakan ini disimpulkan setidaknya ada enam hal yang diharapkan dapat ditata agar para peternak skala kecil dan menengah dapat mengembangkan diri, yaitu:
- Perbaikan bibit ternak unggul. Ini penting karena para peternak sering pelihara hewan tak berkualitas. Akibatnya sering sakit dan anaknya juga tak sehat. Perlu ada penataan keturunan agar hewan yang mereka pelihara benar benar hewan bibit unggul, baik untuk breeding (peranakan), fattening (penggembukan), maupun dairy (perah susu).
- Perlunya penyediaan pakan sehat yang dapat rutin diberikan pada ternak. Itulah mengapa kita harus bisa membuat pakan ternak sendiri baik dengan teknologi silase, fermentasi atau pun olahan konsentrat bernutrisi lengkap. Pembuatan konsentrat dengsn takaran gizi yg jelas harus dapat diramu sendiri oleh para peternak dengan komposisi gizi yang sesuai untuk diberikan pada masing masing kondisi hewan, baik anakan, dara, hewan dewasa yang tengah bunting, atau pejantan. Nutrisi yang diberikan pada masing masing jenis hewan ini takarannya dapat berbeda.
- Perlu ada pengecekan kesehatan ternak secara rutin. Perlu kerjasama dg para dokter hewan atau para praktisi kesehatan yang mumpuni. Jaringan sesama peternak untuk urusan inj sangat penting karena banyak peternak bingung saat hewan peliharaan mereka terserang penyakit. Para peternak yang memiliki keahlian dalam mengurus kesehatan ternak dapst berbagi pengalaman. Syukur syukur dokter hewan dapat aktif membantu. Layanan “HeloDok Hewan” perlu dibangun.
- Perlu ada kualitas kandang yg baik. Tak mungkin rasanya para peternak bisa memelihara hewan dengan baik bila kandang peliharaan hewan yang mereka miliki kotor dan tidak dilengkapi fasilitas kebutuhan dasar hewan yang baik.
- Hal yang sangat penting bagi peternak adalah adanya bantuan pemasaran agar hasil budidaya ternak mereka dapat jaminan terjual dg harga baik. Saat ini, kebanyakan para peternak tak memiliki kepastian pasar dan hanya pasrah dalam penentuan harga. Kehadiran pemerintah yang pro-peternak sangat diperlukan untuk menjamin pasar hasil budidaya ternak ini.
- Dengan berjejaring, diharapkan para peternak dapat bebenah diri untuk membangun kualitas diri sebagai peternak tangguh dalam melaksanakan pekerjaan mereka.
“Semoga tumbuh gerakan peternak Indonesia untuk ikut serta dalam “memajukan kesejahteraan bersama”.
