Kampung Ilmu mengadakan kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal yang dihadiri oleh para relawan, kader desa, serta calon tim Dapur MBG Kampung Ilmu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan setelah Hari Raya, tetapi juga menjadi ruang diskusi, refleksi, dan penguatan semangat kebersamaan dalam menjalankan program-program Kampung Ilmu ke depan.
Sebelum membuka diskusi, Bapak Imam Prasodjo memulai dengan cara yang sederhana namun bermakna. Beliau menanyakan satu per satu peserta mengenai tingkat kebahagiaan mereka dengan skala 1 sampai 10, dari sangat tidak bahagia hingga sangat bahagia. Pertanyaan ini bukan sekadar basa-basi, tetapi berkaitan dengan konsep indeks kebahagiaan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak sebuah program atau kebijakan, bukan hanya dari sisi material, tetapi juga dari kepuasan hidup dan perasaan masyarakat.
Menurut beliau, data tentang kebahagiaan masyarakat dapat membantu melihat bagian mana yang masih perlu diperbaiki, seperti pendidikan, kesehatan, keharmonisan sosial, hingga rasa aman di lingkungan masyarakat. Artinya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bangunan atau bantuan yang diberikan, tetapi dari apakah masyarakat merasa lebih bahagia, lebih tenang, dan lebih berdaya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Imam juga memberikan tips sederhana bagi masyarakat yang memiliki hobi bercocok tanam. Beliau menyampaikan bahwa menanam tidak harus selalu tanaman untuk kebutuhan dapur, tetapi bisa juga menanam tanaman hias yang menyenangkan mata dan hati. Lingkungan rumah yang hijau dan indah juga dapat meningkatkan kebahagiaan dan kenyamanan keluarga.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai perbedaan mendasar Dapur MBG Kampung Ilmu dibandingkan dapur MBG di tempat lain. Salah satu perbedaannya adalah biaya pembangunan dapur MBG Kampung Ilmu tidak berasal dari investor, tetapi dari urunan sahabat Kampung Ilmu dalam bentuk pinjaman tanpa bunga sama sekali serta sumbangan berbagai peralatan seperti chiller, freezer, keramik, dan kebutuhan dapur lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa dapur MBG Kampung Ilmu dibangun dari semangat gotong royong dan kemandirian bersama.
Selain sebagai tempat produksi makanan, keberadaan Dapur MBG Kampung Ilmu juga diharapkan dapat menggugah masyarakat untuk terus menanam sayur dan memelihara ayam petelur untuk kebutuhan gizi keluarga. Jika hasilnya berlebih, nantinya bisa dijual melalui koperasi yang akan membantu mengelola kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhenti pada dapur, tetapi juga membangun ekosistem pangan dari masyarakat untuk masyarakat.
Dalam pemaparannya, Pak Imam juga mengutip ayat Al-Quran yang pada intinya menyampaikan bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmat makan maka derajatnya akan dinaikkan berkali-kali lipat, dan bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah jika kaum tersebut tidak mau berusaha mengubahnya sendiri. Pesan ini dikaitkan dengan program peminjaman planterbag berisi tanaman dan kandang ayam beserta ayam petelur. Jika dipelihara dan diurus dengan baik, hal tersebut dapat meningkatkan gizi keluarga sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga.
Di akhir pemaparan, Pak Imam mengajak seluruh relawan, kader, dan masyarakat untuk berkomitmen mengubah diri ke arah yang lebih baik, terus belajar, terus bekerja sama, dan terus berusaha menjadi masyarakat yang mandiri dan berdaya. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sebagai bagian dari semangat Halal Bihalal.
Setelah makan siang bersama yang dimasak langsung oleh tim calon Dapur MBG Kampung Ilmu, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Sentra Ayam Petelur Kampung Ilmu dan Dapur MBG Kampung Ilmu. Dalam kunjungan tersebut, warga dapat melihat langsung perkembangan kandang ayam petelur serta dapur yang sedang dipersiapkan sebagai pusat kegiatan pangan dan gizi Kampung Ilmu.
Kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi acara pertemuan biasa, tetapi juga menjadi penguat kebersamaan, semangat gotong royong, serta komitmen bersama untuk terus bergerak membangun kemandirian pangan, gizi keluarga, dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program Kampung Ilmu.