4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Kunjungan LPEM FEB UI ke Kampung Ilmu: Menguatkan Konsep Pemberdayaan Menuju Ketahanan Pangan Keluarga

Kampung Ilmu kembali menerima kunjungan dari tim peneliti LPEM FEB UI, yaitu Vid Adrison, Ph.D., Milda Irhamni, Ph.D., Pocut Raysha Amyra, S.E., dan Alif Ihsan, S.E.  Kunjungan ini menjadi momen penting untuk menggali lebih dalam konsep MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dijalankan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Vid Adrison menilai bahwa kekuatan utama Kampung Ilmu adalah keterlibatan masyarakat yang kuat. Hal ini yang akan membuat penerapan MBG berdampak positif terhadap pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menjalankan roda perekonomian di desa

Nining, selaku Manajer Program Kampung Ilmu, menjelaskan bahwa konsep “peminjaman” tanaman dalam planter bag dan ayam petelur memiliki tujuan yang jelas, yaitu membangun ketahanan pangan keluarga. Fokus utamanya sederhana namun kuat: memastikan kebutuhan dapur dan gizi keluarga terpenuhi terlebih dahulu. Setelah itu, barulah warga didorong untuk menyuplai kebutuhan dapur MBG melalui koperasi warga yang telah terbentuk.

Diskusi berlangsung hangat dan mendalam. Milda Irhamni dan Vid Adrison secara bergantian menggali pengalaman para ibu yang menjadi pelaku utama program. Mereka menanyakan bagaimana awal mula ibu-ibu bercocok tanam di pekarangan rumah, kendala yang dihadapi, hingga cara mengatasinya.

Para ibu yang hadir mewakili berbagai kelompok kegiatan, mulai dari berkebun, beternak ayam petelur, memilah sampah, hingga penguatan ekonomi keluarga dan keterampilan merajut.

Salah satu ibu penerima planter bag menceritakan dampak langsung yang dirasakan. Dengan adanya kebun gizi keluarga di pekarangan rumah, pengeluaran dapur harian bisa ditekan. Kebutuhan seperti cabai dan sayur tidak lagi harus dibeli, cukup dipanen sendiri. Uang yang sebelumnya digunakan untuk belanja kini bisa disisihkan sebagai tabungan untuk kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, ibu yang aktif dalam pengelolaan sampah menjelaskan perubahan besar dalam kebiasaan rumah tangga. Sampah kini dipilah sejak dari rumah. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, pakan ternak ayam, atau maggot. Sementara sampah anorganik yang bernilai disetorkan ke bank sampah dan menghasilkan tabungan. Untuk sampah yang tidak bernilai, pengelolaannya diarahkan ke TPST.

Dalam praktiknya, tentu ada tantangan. Para ibu peternak ayam menyebutkan kendala seperti ayam sakit atau berhenti bertelur. Namun, masalah ini tidak dibiarkan tanpa solusi. Melalui forum rutin, Pak Dedi sebagai mentor ternak ayam memberikan pendampingan dan solusi praktis. Hal yang sama juga terjadi dalam kegiatan bercocok tanam. Ketika tanaman terserang penyakit atau sulit tumbuh, Ibu Ina dari IPB aktif memberikan arahan melalui grup WhatsApp.

Setelah sesi diskusi dan makan siang, tim LPEM diajak melihat langsung aktivitas di lapangan. Mereka mengunjungi Sentra Ayam petelur Kampung Ilmu dan mendapatkan penjelasan tentang proses pelatihan warga. Tim juga melihat kebun gizi keluarga yang berada di pinggir jalan, sebagai bukti nyata bahwa program ini berjalan dan dirawat secara konsisten.

Kunjungan ditutup dengan melihat dapur MBG Kampung Ilmu yang memiliki konsep dan fasilitas yang berbeda dari dapur MBG pada umumnya. Di sinilah rantai pemberdayaan itu bertemu: dari pekarangan rumah warga, ke koperasi, hingga ke dapur yang menyediakan makanan bergizi.

Kunjungan ini bukan sekadar observasi, tetapi juga penguatan. Harapannya, hasil dari penelitian ini dapat semakin memperteguh konsep MBG Kampung Ilmu sebagai model pemberdayaan yang berkelanjutan. Sebuah model yang tidak hanya memberi, tetapi mengajak warga untuk tumbuh, mandiri, dan menjadi bagian dari solusi.

Di Kampung Ilmu, ketahanan pangan adalah gerakan bersama. Dari warga, dikelola bersama, dan hasilnya kembali untuk warga juga, termasuk memperkuat program MBG di Kampung Ilmu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top