Kamis, 23 Oktober 2025 menjadi hari penuh semangat di Kampung Ilmu. Untuk kelima kalinya, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia hadir melalui Laboratorium Cognitive, Affect, and Well-being (CAW).
Tim ini kembali melanjutkan program edukasi lingkungan bertema “Pilah Sampah, Rawat Bumi”, yang telah menjadi bagian dari kegiatan berkelanjutan mereka di masyarakat.
Sebelum kegiatan utama dimulai, Bu Nining penggagas Komunitas Pilah Sampah Kampung Ilmu menyambut para ibu yang sudah berkumpul. Sebagian besar peserta merupakan anggota lama, sementara beberapa lainnya baru pertama kali bergabung.
Dalam percakapan santai, Bu Nining mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan semangat memilah sampah di rumah masing-masing.
Tim CAW Hadir Membawa Ilmu dan Semangat Baru
Tak lama kemudian, tim dari Laboratorium Cognitive, Affect, and Well-being (CAW) Fakultas Psikologi UI tiba dengan semangat tinggi dan metode pembelajaran yang menyenangkan.
Tim terdiri dari:
- Dr. Dipl. Psych. Ratna Djuwita, Psikolog
- Dr. Stephanie Yuanita Indrasari, M.Psi., Psikolog
- Melati Mulyaning Putri, S.Psi.
- Almas Nuriyatul Fadhilah, S.Psi.
Kegiatan dibuka dengan evaluasi peningkatan pengetahuan tentang pilah sampah, untuk mengetahui apakah program tentang kepedulian dan pengelolaan sampah rumah tangga yang diberikan sebelumnya memang menunjukkan peningkatan. Kebetulan pada hari itu ada tambahan peserta yang belum pernah mengikuti sosialisasi, sehingga akan jelas perbandingannya. Hasilnya menjadi dasar evaluasi jangka panjang untuk efektivitas kegiatan serta perkembangan kesadaran lingkungan masyarakat dari waktu ke waktu.
Belajar Pilah Sampah Lewat Permainan Edukatif
Suasana semakin hidup ketika Tim CAW mengajak peserta mengikuti permainan interaktif tentang pemilahan sampah.
Setiap peserta mendapat kartu bergambar berbagai jenis sampah, lalu diminta menempatkannya ke dalam empat kotak besar berlabel:
- Organik
- Anorganik bernilai ekonomis
- Anorganik tidak bernilai
- B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Di awal permainan, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang sudah pernah dan yang belum pernah mendapatkan sosialisasi pemilahan sampah. Peserta diminta membentuk dua barisan sesuai kelompoknya, kemudian fasilitator akan memberikan satu kartu bergambar sampah tertentu dan masing-masing peserta harus menentukan kotak sampah manakah yang sesuai dengan kategori sampahnya. Para peserta tampak serius berpikir sendiri, menimbang-nimbang di mana kartu seharusnya diletakkan.
Hasil putaran pertama terlihat jelas bahwa kelompok yang sudah mendapatkan sosialisasi lebih baik pengetahuan pemilahan sampah daripada kelompok yang belum pernah mendapatkan sosialisasi. Setelah itu, pada kedua kelompok diberikan penjelasan ulang dan kelompok-kelompok diminta memperbaiki pemilahan kartunya. Hasilnya menggembirakan — hampir seluruh peserta berhasil memilah dengan tepat, menandakan peningkatan pemahaman mereka dari kunjungan sebelumnya.
Setelah permainan, peserta dibagi menjadi empat kelompok kecil untuk berdiskusi lebih mendalam bersama tim CAW.
Melalui pendekatan khas psikologi komunitas, tim menggali bagaimana warga menjalankan pemilahan sampah di rumah, tantangan yang dihadapi, serta peluang untuk menjadikan kegiatan ini kebiasaan yang berkelanjutan.
Tim CAW menekankan bahwa pilah sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bentuk kemandirian, kepedulian, dan kesejahteraan psikologis — selaras dengan fokus riset laboratorium mereka tentang kesejahteraan dan perilaku positif masyarakat.
Lingkungan Sehat, Keluarga Sehat
Dalam sesi refleksi, Dr. Ratna Djuwita dan Dr. Stephanie Yuanita mengaitkan kegiatan ini dengan kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.
Mereka menekankan bahwa lingkungan bersih berperan penting dalam mencegah penyakit serta mendukung kesejahteraan psikologis keluarga.
Keduanya juga mengingatkan pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil dan menyusui — bahwa keseimbangan antara lingkungan sehat dan nutrisi yang baik akan membantu anak tumbuh optimal.
Langkah Kecil untuk Dampak Besar
Sebagai penutup, Tim CAW Fakultas Psikologi UI memberikan ember khusus untuk memilah sampah organik, agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk atau pakan unggas.
Hadiah simbolis ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di rumah.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman hasil tabungan Bank Sampah Kampung Ilmu, yang menunjukkan hasil nyata dari kerja bersama warga dan dampingan tim CAW selama ini.
Menumbuhkan Kesadaran, Menguatkan Komunitas
Kolaborasi antara Laboratorium CAW Fakultas Psikologi UI dan warga Kampung Ilmu bukan sekadar edukasi tentang sampah — tapi tentang menumbuhkan kesadaran, rasa tanggung jawab, dan kesejahteraan bersama.
Dengan pendekatan ilmiah yang hangat dan mudah diterapkan, CAW terus membantu warga Kampung Ilmu membangun kebiasaan yang menyehatkan bumi sekaligus menumbuhkan rasa bangga pada diri sendiri dan komunitas.
Lima kali kunjungan ini membuktikan satu hal:
Kampung Ilmu bukan hanya tempat belajar, tapi ruang tumbuh untuk hidup lebih bijak, lebih sehat, dan lebih peduli pada lingkungan.
