4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Satu Rumah, Satu Kebun: Program Penyaluran Tanaman bagi Warga

warga penerima tanaman dalam planter bag

Hari ini, 17 Februari 2025, menjadi momen penting bagi Kampung Ilmu di Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Sebuah langkah konkret dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan dimulai dengan visi yang jelas dan penuh harapan.

Setelah sukses mendirikan Kebun Gizi Organik Komunitas sebagai pusat pembelajaran bagi warga, kini gerakan distribusi tanaman dalam planter bag dimulai. Planter bag ini berisi berbagai tanaman bahan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan dapur keluarga, seperti cabai, kelor, katuk, dan aneka sayuran lainnya.

Langkah selanjutnya adalah pendampingan program Berkebun Gizi Organik Keluarga. Dalam program ini, tanaman dalam planter bag yang telah siap panen “dititipkan” kepada keluarga terpilih untuk dimanfaatkan. Tim monitoring dibentuk untuk memastikan bahwa tanaman tersebut dirawat dengan baik dan dipanen untuk kebutuhan dapur keluarga. Penting untuk ditekankan bahwa hasil panen tidak boleh diperjualbelikan untuk kepentingan lain seperti membeli rokok atau pulsa. Pemanfaatannya harus difokuskan pada peningkatan kualitas makanan keluarga. Tim penggerak Gerakan Ketahanan Kemandirian Pangan Komunitas akan terus memastikan bahwa gerakan ini mampu menumbuhkan budaya berkebun organik yang sehat dan berkelanjutan di kalangan keluarga.

Gerakan ini diharapkan tumbuh secara alamiah dari masyarakat, memperkuat ekonomi keluarga di tingkat komunitas, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Pada siang harinya, ibu-ibu peternak kambing, domba, dan sapi turut berdiskusi dengan Bu Nining mengenai edukasi pemberian pakan silase. Selama ini, para peternak harus angon (menggembalakan ternak ke padang rumput) atau ngarit (membabat rumput) setiap hari. Dengan metode pakan silase dan konsentrat, pemberian pakan ternak menjadi lebih mudah dan selalu tersedia, bahkan di musim kering atau kemarau.

Semoga upaya ini menjadi titik awal perubahan besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Ilmu, Desa Cisarua. Dengan semangat gotong royong dan kemandirian, harapan untuk kehidupan yang lebih baik semakin nyata.

Scroll to Top