4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

SERASI: Seimbang Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui

Pada Jumat, 3 Oktober 2025, suasana Kampung Ilmu terasa berbeda. Di pagi yang cerah itu, Program Studi Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) bersama Indonesia Healthy Women Group (IHWG) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk SERASI — Seimbang Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) — periode penting yang menentukan masa depan tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, selaku Ketua Program Studi Gizi Klinik FK UI, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta.
Beliau menekankan pentingnya pemahaman gizi seimbang bukan hanya bagi ibu hamil dan menyusui, tetapi juga untuk anak-anak balita di rumah.

Kami sangat bangga melihat semangat ibu-ibu di Kampung Ilmu. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar keluarga tumbuh sehat dan kuat,” ujar Dr. Diana.

Edukasi Nutrisi untuk Kader dan Ibu-Ibu di Kampung Ilmu

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar kader kesehatan, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai peserta utama. Tujuannya jelas: meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang agar ibu dapat menyiapkan asupan nutrisi yang tepat bagi dirinya dan anaknya.

Untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok difasilitasi oleh tim dari FK UI dan IHWG untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD).
Dalam sesi ini, para peserta diajak berdiskusi seputar:

  • Komposisi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan perannya bagi tubuh ibu dan bayi.
  • Porsi makronutrien ideal dalam setiap kali makan untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Tekstur dan porsi MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang sesuai untuk bayi usia 6–8 bulan dan 9–11 bulan.

Diskusi berlangsung hidup. Para ibu tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berbagi pengalaman seputar menu sehari-hari di rumah, tantangan memenuhi kebutuhan gizi keluarga, hingga cara praktis mengatur porsi makan.

Belajar tentang Air, Protein Hewani, dan Kesehatan Sehari-hari

Selain membahas makanan, peserta juga mendapatkan edukasi tentang hal-hal penting yang sering luput dari perhatian, seperti:

  • Pentingnya protein hewani dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Kebutuhan air minum harian, syarat air layak konsumsi, serta porsi ideal asupan cairan berdasarkan usia.

Pengetahuan ini sederhana, tapi sangat berdampak untuk mencegah kekurangan gizi dan menjaga kesehatan keluarga.

Untuk mengukur peningkatan wawasan peserta, panitia juga mengadakan post-test setelah sesi edukasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan — bukti bahwa edukasi berbasis interaksi memang efektif.

Demo Masak Daun Kelor: Belajar Gizi dari Dapur

Sebagai penutup yang menyenangkan, peserta diajak mengikuti demo masak dengan bahan lokal: daun kelor.
Selain kaya zat besi dan vitamin, daun kelor mudah didapat dan murah, sehingga bisa menjadi solusi praktis bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

Peserta tampak antusias mencoba resep dan mencatat cara pengolahan yang benar agar gizinya tetap terjaga. Setiap peserta juga membawa pulang booklet resep menu gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui, yang disusun langsung oleh tim Gizi Klinik FK UI.

Dari Kampung Ilmu untuk Indonesia Sehat

Melalui SERASI, FK UI dan IHWG tidak hanya membagikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di rumah — dari piring makan ibu hingga tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata: ibu yang lebih sadar gizi, anak yang tumbuh sehat, dan bangsa yang lebih kuat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top