Sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo, Kampung Ilmu di Desa Cisama, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, menjadi salah satu lokasi strategis dalam implementasi program ini. Kunjungan berbagai pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat ke Kampung Ilmu menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan.
Dalam upaya menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, telah dirancang pembangunan Kebun Komunitas, yang kemudian berkembang menjadi Kebun Keluarga di setiap pekarangan rumah warga. Fokus utama pembangunan ini adalah rumah-rumah yang dihuni oleh ibu hamil dan menyusui, yang berjumlah sekitar 400 keluarga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif ini, berbagai pihak turut serta memberikan bantuan nyata. Pada Jumat sore, 14 Maret 2025, sebanyak 4.600 bibit tanaman hortikultura telah disalurkan untuk mendukung pertumbuhan Kebun Komunitas dan Kebun Keluarga. Bibit tersebut terdiri dari:
3.000 bibit nangka kandel
1.000 bibit jeruk nipis
500 bibit jambu biji (herman)
100 bibit jambu kristal
Kemudian, pada Sabtu, 15 Maret 2025, kembali diterima tambahan 3.400 bibit pohon, terdiri dari:
2.000 bibit belimbing
1.400 bibit jambu kristal
1.000 bibit jambu citra
Dengan tambahan ini, total 8.000 bibit pohon telah diterima oleh Kampung Ilmu dari Kementerian Pertanian, Dirjen Pembibitan Hortikultura.
Pentingnya Kebun Keluarga bagi Ketahanan Pangan
Pembangunan Kebun Keluarga memiliki tujuan utama untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi secara berkelanjutan. Dengan adanya kebun ini, warga dapat:
🌱 Menanam dan memanen bahan pangan sendiri
🌱 Mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar
🌱 Meningkatkan kualitas gizi keluarga
🌱 Memperkuat kesadaran lingkungan dengan sistem pertanian organik
Sebagai bagian dari persiapan, Kampung Ilmu juga telah menyiapkan lahan dengan garis petak yang rapi, memastikan setiap bibit dapat tumbuh optimal. Untuk melindungi tanaman dari sinar matahari berlebih, telah dipasang peneduh menggunakan waring. Selain itu, daun bambu kering digunakan sebagai penutup tanah guna mencegah pertumbuhan gulma yang dapat menghambat perkembangan tanaman.
Selain itu, Kampung Ilmu juga mengajak masyarakat untuk aktif menanam pohon buah di pekarangan rumah serta meningkatkan konsumsi buah lokal yang telah ditanam. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan pola makan sehat berbasis hasil pertanian sendiri.
