Untuk ketiga kalinya, tim dari DOWA Bag kembali hadir di Desa Cisarua membawa semangat yang sama: berbagi keterampilan, menumbuhkan harapan, dan menguatkan perempuan desa melalui kerajinan rajut.
Selama tiga hari dua malam, pada 20–22 Mei 2026, Bu Nina bersama tim perajut kawakan dari DOWA membersamai warga untuk belajar merajut. Suasana hangat terasa sejak hari pertama. Benang-benang warna-warni, suara tawa, dan tangan-tangan yang perlahan mulai terbiasa memegang jarum rajut menjadi pemandangan yang menghidupkan rumah-rumah belajar di Kampung Bungursarang dan Kiralawang.
Kunjungan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan. DOWA datang membawa kepedulian yang nyata. Ibu-ibu yang telah menghasilkan karya rajut mendapatkan apresiasi berupa upah atas hasil kerja mereka. Dari tangan-tangan sederhana lahir karya yang bernilai, dan dari kebersamaan tumbuh semangat pemberdayaan perempuan desa yang perlahan menguatkan keluarga dan masa depan mereka.
Perjalanan belajar merajut tentu tidak selalu mudah. Harus diakui, ada juga ibu-ibu dan remaja putri yang akhirnya menyerah dan tidak melanjutkan proses belajar merajut. Sebagian merasa kesulitan, sebagian lainnya belum terbiasa dengan proses yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Namun bagi mereka yang terus bertahan dan tekun belajar, ada apresiasi nyata yang diberikan. Hasil rajutan mereka dihargai dan mendapatkan upah, sehingga keterampilan ini benar-benar bisa menjadi peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.
Melihat hasil nyata dari para perajut yang mulai memperoleh penghasilan, perlahan tumbuh rasa ingin mencoba dari ibu-ibu lainnya. Mereka mulai datang untuk belajar, saling membantu, dan saling menyemangati satu sama lain. Dari aktivitas sederhana itu, lahir ruang kebersamaan yang hangat sekaligus harapan baru untuk membantu ekonomi keluarga.
Bagi Kampung Ilmu, proses ini bukan hanya tentang menghasilkan produk rajut. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun rasa percaya diri perempuan desa bahwa mereka mampu berkarya, belajar, dan bertumbuh bersama.
Benang-benang itu kini bukan hanya dirajut menjadi tas atau kerajinan tangan. Di Desa Cisarua, benang-benang itu sedang merajut harapan baru bagi banyak keluarga.