4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

“LEARNING TO DO” MAHASISWA KAMPUS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA

Hari ini, 13 Juni 2026, para dosen dan mahasiswa Universita Pembangunan Jaya hadir untuk kesekian kalinya ke Kampung Ilmu. Mereka melakukan kuliah praktik, menerapkan gagasan yang mereka telah siapkan di kampusnya. Kuliah lapang ini mereka beri judul: “Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Teknologi dan Peningkatan Daya Saing di Kampung Ilmu, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat”. Yang mereka praktikkan adalah:

1. Membuat satu unit kandang ayam sistem modular yang telah mereka rancang.

2. Melengkapi kandang ayam itu dengan satu set sistem “Internet of Thing (IoT)” untuk membantu perawatan kandang agar tetap terjaga melalui pantauan dashboard IoT. Ini langkah inovatif yang membedakan dengan bentuk kandang ayam lain pada umumnya.

3. Membangun satu set sistem incubator (tempat pengeraman ayam otomatis) berbasis IoT yang dapat dimonitor melalui dashboard.

4. Inisiatif lain adalah membangun aplikasi sistem database Ibu hamil dan menyusui. Aplikasi ini sangat penting agar perkembangan kesehatan ibu hamil dan menyusui di Kampung Ilmu dapat termonitor secara baik. Upaya meningkatan kesehatan ibu dan anak, termasuk pencegahan stunting anak anak mereka, diharapkan akan sangat dimudahkan dengan adanya aplikasi ini.

Ini contoh kuliah lapang yang harus dikembangkan. Porsi belajar mahasiswa memang harus diperbanyak melakukan praktek (learning to do) seperti ini. Proses yang nampak singkat ini, sejatinya dilakukan dalam waktu panjang. Sebelum praktik ini dilakukan, tentu langkah yang dilakukan adalah merumuskan konsep secara bersama sama (cooperative learning), yang kemudian dijabarkan dalam langkah rinci, dan kemudian dipraktikkan dalam skala kecil. Langkah piloting memang harus dilakukan lebih dahulu. Tak boleh langsung besar, apalagi dengan pembiayaan trilyunan.

Langkah selanjutnya yang harus dilalui dan merupakan tantangan lebih besar adalah menerapkan hasil praktik skala kecil itu ke dalam kehidupan nyata dalam masyarakat dan menggembangkannya dalam skala lebih besar. Belajar implementasi (learning to implement) ini penting. Fokusnya tertuju pada dampak nyata secara luas dalam kehidupan. Namun, perluasan implementasi jelas membutuhkan proses pengorganisasian masyarakat yang tak mudah. Tahap pengorganisasian adalah tahap tingkat tinggi. Ini yang jarang dilakukan. Padahal tahap inilah yang paling dibutuhkan untuk menjadi intelektual organik yang akan terjun ke masyarakat.

Kita renungkan proses ini agar kelak bila diberi amanah menjalankan program dengan dana besar tidak mengalami kegagalan. Semoga proses ini terus dipelajari. Siapa tahu kelak bila para.mahasiswa ini menjadi pejabat tak menghaburkan uang pajak rakyat. Selamat belajar ! Hehe…

#imam b prasodjo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top