Setiap Iduladha, jutaan umat Islam di seluruh dunia menghidupkan kembali teladan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sebuah kisah tentang keimanan, keikhlasan, dan ketaatan yang melampaui kepentingan diri sendiri. Di Kampung Ilmu, nilai-nilai itu tidak berhenti pada prosesi penyembelihan hewan kurban. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan menjadi kepedulian yang nyata, gotong royong yang hidup, dan manfaat yang menjangkau semakin banyak keluarga.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan kurban terbesar sepanjang perjalanan Kampung Ilmu. Sebanyak 15 ekor sapi dan 2 ekor domba diamanahkan kepada Kampung Ilmu untuk dikelola dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Amanah tersebut datang dari berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama dalam berbagi kebaikan. Kampung Ilmu mengucapkan terima kasih kepada Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (Pimpinan FEB UI, Keluarga Ari Kuncoro, Keluarga Salusra Wijaya, Keluarga Dudi Hadi Susanto), PLN, BPKH, Rumah Amal Salman ITB, Keluarga Bani Maulana, Keluarga Afan, Keluarga Gunanta, dan Keluarga Iggi yang telah mempercayakan pelaksanaan kurbannya kepada Kampung Ilmu.
Jauh sebelum hari penyembelihan tiba, para relawan Kampung Ilmu telah mempersiapkan diri. Berbagai pelatihan dan koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, aman, bersih, serta sesuai dengan syariat Islam. Bagi para relawan, kurban bukan hanya pekerjaan teknis, melainkan ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Hari pertama penyembelihan diawali dengan tiga ekor sapi. Di tengah kesibukan para relawan, Pak Oweng selaku sesepuh Kampung Ilmu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh lembaga, keluarga, dan individu yang telah mengamanahkan hewan kurbannya.
“Kepercayaan ini bukan hanya amanah untuk menyembelih dan membagikan daging, tetapi amanah untuk menjaga nilai-nilai kurban itu sendiri, yaitu keikhlasan dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Hari kedua menjadi salah satu momen yang istimewa. Empat ekor sapi disembelih dengan dihadiri berbagai tamu dan mitra yang ingin menyaksikan langsung proses kurban di Kampung Ilmu. Hadir perwakilan FEB UI yaitu Arief Wibisono, Prof. Zaafri, Vita Silvira, Mia Nainggolan, Desti Fitriati, Mayasari Taufik. Turut hadir Pak Amir, mantan pimpinan PLN bersama Bu Ifa dari FEB UI, Pak Mipi Ananta Kusuma dan jajaran Rumah Amal Salman, serta berbagai tamu lainnya.
Kehadiran para tamu tidak hanya untuk menyaksikan proses penyembelihan. Mereka juga melihat secara langsung berbagai terobosan yang dikembangkan di Kampung Ilmu. Imam Prasodjo menjelaskan bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, mulai dari pemanfaatan drone untuk pemetaan wilayah hingga distribusi logistik ke daerah yang sulit dijangkau.
Salah satu demonstrasi yang menarik perhatian adalah ketika drone digunakan untuk mengantarkan paket daging kurban ke sebuah sekolah dasar yang berjarak lebih dari dua kilometer dari lokasi penyembelihan. Teknologi yang biasanya identik dengan dunia modern diperlihatkan sebagai alat untuk memperluas manfaat sosial hingga ke pelosok.
Pada kesempatan tersebut, Irjen Pol. Sony Sonjaya juga berkesempatan melihat berbagai inovasi yang dikembangkan Kampung Ilmu. Mulai dari penggunaan slow cooker yang mampu menjaga suhu masak secara otomatis sehingga nutrisi makanan tetap terjaga, hingga berbagai sentra pemberdayaan yang telah berjalan.
Rombongan diajak mengunjungi sentra ayam petelur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisarua. Setelah melihat konsep, infrastruktur, dan berbagai peralatan yang digunakan, beliau menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas yang ada.
“Ini SPPG daerah terpencil, tetapi kualitasnya premium,” ungkapnya.
Hari ketiga pelaksanaan kurban berlangsung dengan penyembelihan empat ekor sapi dan dua ekor domba. Sementara pada hari keempat, empat ekor sapi terakhir disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.
Semangat berbagi dalam Iduladha tahun ini menjangkau berbagai wilayah di Desa Cisarua dan sekitarnya. Selain dibagikan di Aula SMKN, daging kurban juga didistribusikan kepada masyarakat di Kampung Kiaralawang yang berada di kawasan Danau Jatiluhur, warga sekitar SD Negeri 2 Cisarua, Desa Panyindangan – Sukatani, serta masyarakat di sekitar masjid dan rumah RW. Dengan pola distribusi yang tersebar di beberapa titik, manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Menariknya, BPKH turut menyediakan besek, wadah ramah lingkungan dari anyaman bambu yang digunakan untuk membagikan daging kurban. Selain mengurangi penggunaan plastik, besek juga menjadi bentuk dukungan terhadap produk lokal yang lebih berkelanjutan.
Di balik ribuan paket daging yang dibagikan, ada nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar angka. Ada keikhlasan para pekurban yang mempercayakan amanahnya. Ada kerja keras para relawan yang melayani sejak sebelum matahari terbit hingga larut malam. Ada senyum para penerima manfaat yang merasakan kebahagiaan Iduladha bersama keluarga mereka.
Kurban tahun ini mengajarkan bahwa keikhlasan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang melayani. Solidaritas bukan hanya tentang berbagi, tetapi tentang memastikan manfaat dapat dirasakan oleh sebanyak mungkin orang.
Karena pada akhirnya, hewan kurban mungkin hanya hadir sesaat. Namun nilai-nilai yang ditinggalkannya dapat terus hidup. Dari satu keluarga ke keluarga lain. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.