Hari ketiga kegiatan Kaji Tiru di Kampung Ilmu berlangsung dengan suasana yang berbeda. Bila pada hari-hari sebelumnya peserta banyak belajar dari berbagai sentra usaha dan pemberdayaan masyarakat, kali ini fokus utama diarahkan pada pengelolaan MBG dan operasional SPPG.
Sharing Pengelolaan MBG dan SPPG 3T
Kegiatan diawali dengan sesi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan database, pelaporan, administrasi keuangan, hingga manajemen operasional MBG. Dalam sesi ini, tim dari Nusa Tenggara Timur justru menjadi pihak yang banyak memberikan masukan dan pengalaman praktis kepada relawan Kampung Ilmu.
Hal tersebut karena tim NTT telah lebih dari satu tahun menjalankan dapur MBG yang melayani ribuan porsi makanan setiap hari, termasuk pengelolaan SPPG di wilayah 3T.
Peserta berbagi pengalaman tentang bagaimana menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan wilayah, membangun sistem kerja yang disiplin, hingga menjaga hubungan yang erat antara yayasan dan para pekerja SPPG.
Salah satu pendekatan yang menarik perhatian relawan Kampung Ilmu adalah bagaimana yayasan menjaga hubungan “hati ke hati” dengan pekerja SPPG. Tidak hanya fokus pada operasional dapur, mereka juga rutin mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis setiap bulan bagi pekerja dan keluarganya serta memberikan beasiswa bagi anak-anak pekerja SPPG.
Pendekatan tersebut terbukti membangun loyalitas dan etos kerja yang tinggi di lingkungan kerja SPPG.
Belajar Perizinan dan Standar Operasional SPPG
Karena Kampung Ilmu tengah mempersiapkan operasional SPPG 3T di Cisarua, sesi sharing ini menjadi sangat penting. Tim NTT banyak memberikan masukan terkait tahapan perizinan dan sertifikasi yang dibutuhkan agar operasional dapur dapat berjalan sesuai standar.
Sesi sharing ini dipandu oleh Mario Vieira selaku Staf Ahli BGN, sehingga proses berbagi pengalaman berlangsung interaktif dan penuh pembelajaran praktis.
Beberapa hal yang dibahas antara lain proses pengurusan sertifikasi halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tahapan pengurusan dokumen, hingga perkiraan biaya yang diperlukan.
Selain itu, peserta dari NTT juga memberikan penjelasan kepada relawan Kampung Ilmu mengenai tahapan pemeriksaan kesehatan yang wajib dijalani para penjamah makanan di lingkungan SPPG sebagai bagian dari standar keamanan pangan.
Diskusi berlangsung hangat dan sangat praktis karena hampir seluruh materi berasal dari pengalaman langsung di lapangan.
Menyaksikan Aktivitas Perikanan di Dermaga Galumpit
Setelah sesi sharing selesai, rombongan melanjutkan kunjungan ke Dermaga Galumpit yang berada di tepi Waduk Jatiluhur.
Di lokasi ini, peserta melihat langsung aktivitas perdagangan ikan air tawar dalam skala besar. Truk-truk pengangkut ikan tampak beriringan masuk ke area dermaga untuk membawa berton-ton hasil tangkapan dan budidaya ikan menuju berbagai pasar ikan di sejumlah daerah.
Suasana dermaga yang sibuk memberi gambaran nyata tentang besarnya potensi ekonomi sektor perikanan air tawar di wilayah Purwakarta.
Menutup Hari dengan Kuliner Khas Purwakarta
Sebelum meninggalkan Purwakarta dan melanjutkan perjalanan ke Kampung Ilmu Banjarnegara, Jawa Tengah, keesokan harinya, rombongan bersama relawan Kampung Ilmu menikmati makan malam bersama di kawasan kuliner Pasar Plered.
Di tempat tersebut, peserta mencicipi sate maranggi khas Purwakarta yang menjadi salah satu kuliner legendaris daerah tersebut. Suasana hangat dan penuh cerita menutup rangkaian kegiatan hari ketiga yang padat dengan pembelajaran, pengalaman lapangan, dan penguatan kolaborasi antardaerah.
Kolaborasi Produksi Konten Edukasi
Berbeda dengan peserta lainnya yang melanjutkan perjalanan ke Kampung Ilmu Banjarnegara, Irvan memilih tetap berada di Purwakarta untuk belajar sekaligus praktik membuat video konten bersama jurusan DKV SMKN Tegalwaru.
Dalam kegiatan tersebut, Irvan mendapat kesempatan melihat langsung proses belajar siswa DKV, mulai dari mendesain poster hingga melihat berbagai hasil karya visual yang telah dibuat siswa.
Tidak hanya belajar, Irvan juga ikut praktik membuat naskah konten TikTok edukasi terkait Sentra Ayam Kampung Petelur dengan tema pentingnya memilih bibit unggul. Bersama dua siswa DKV SMKN Tegalwaru, Irvan kemudian berkolaborasi memproduksi video konten bergaya reportase mengenai kandang ayam yang baik dan sehat.
Konten tersebut menyoroti pentingnya penggunaan kandang dalam budidaya ayam, yang dinilai lebih baik dibanding ayam diumbar tanpa kandang karena lebih mudah dikontrol dari sisi kesehatan, keamanan, dan produktivitas ternak.