4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Kaji Tiru Hari Pertama di Purwakarta: Melihat Sistem Pengolahan Ikan dan SPPG Berstandar Tinggi

Kegiatan Kaji Tiru yang merupakan bagian dari rencana strategis Yayasan No Fitu Timor Nusa Tenggara Timur menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan unit usaha berbasis komunitas. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung melalui praktik lapangan, pengelolaan usaha, hingga penerapan teknologi modern di SPPG Kampung Ilmu.

Kegiatan ini juga dihadiri dua tenaga ahli Kepala BGN, yaitu Mario Vieira (Bidang Sosial dan Pemberdyaan Masyarakat) dan Rifanni Sari (Bidang Hukum & Kerjasama antar Lembaga).

Dalam kegiatan ini, tim dari Nusa Tenggara Timur hadir untuk belajar langsung tentang konsep pemberdayaan di Kampung Ilmu melalui beragam sentra unit usaha yang dikembangkan secara terintegrasi.

Program ini juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pendekatan utama yang diterapkan di Kampung Ilmu, yaitu Learning to Know, Learning to Do, Learning to Implement, dan Learning to Organize. Konsep tersebut diterapkan tidak hanya dalam teori, tetapi langsung dipraktikkan melalui kegiatan usaha, pengelolaan pangan, hingga penguatan organisasi masyarakat.

Rombongan yang terdiri dari Ibu Dian, Ristha, Ferry, Rita, Rahmi, Nina, Irvan, serta perwakilan dari Sumatera Barat,  yaitu M. Fauzan dan Wigi Aldira memulai perjalanan pada Jumat, 8 Mei 2026. Setibanya di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, rombongan langsung bergerak menuju Purwakarta untuk memulai rangkaian kegiatan hari pertama.

Titik kumpul di Stasiun Kopi sekaligus lokasi makan siang bersama sebelum melanjutkan agenda kunjungan ke pabrik pengolahan ikan.

Sistem IPAL Ramah Lingkungan

Kunjungan ke pabrik pengolahan ikan memberikan banyak pembelajaran tentang bagaimana industri pangan modern dijalankan dengan standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang tinggi.

Salah satu perhatian utama peserta adalah sistem IPAL berlapis yang diterapkan tanpa menggunakan bahan kimia. Sistem ini memanfaatkan probiotik pengurai sehingga limbah dapat diolah secara alami dan aman bagi lingkungan.

Kondisi ruang produksi juga terlihat sangat bersih tanpa meninggalkan bau maupun sisa olahan ikan. Menariknya, proses kebersihan dilakukan tanpa penggunaan deterjen atau bahan kimia pembersih berlebihan.

Peserta juga melihat langsung fasilitas cold storage berkapasitas besar dengan suhu mencapai minus 40 derajat Celsius yang digunakan untuk menjaga kualitas hasil perikanan tetap optimal.

Di area belakang pabrik, peserta menemukan sistem terintegrasi antara pertanian dan perikanan. Beragam tanaman seperti talas ditanam untuk dimanfaatkan sebagai pakan ikan di kolam. Sementara itu, pada kolam IPAL yang telah melalui proses penyaringan, ikan dapat hidup dengan baik. Hal tersebut menjadi indikator bahwa sistem pengolahan limbah berjalan efektif dan aman bagi lingkungan.

Takjub dengan Dapur SPPG Kampung Ilmu

Menjelang sore, rombongan melanjutkan agenda menuju Dapur SPPG Kampung Ilmu. Di lokasi ini, peserta tampak antusias melihat fasilitas, teknologi, dan konsep pemberdayaan yang diterapkan.

Bangunan dapur dirancang modern dengan standar food grade pada berbagai fasilitas dan peralatannya. Alur barang maupun pekerja juga dirancang satu arah untuk mencegah kontaminasi silang dalam proses produksi makanan.

Yang paling menarik perhatian rombongan adalah penerapan teknologi QR Code dan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam sistem distribusi menu MBG. Teknologi tersebut menjadi salah satu inovasi yang saat ini baru diterapkan di SPPG Kampung Ilmu.

Hari pertama Kaji Tiru ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Tidak hanya belajar tentang teknologi dan sistem kerja modern, tetapi juga melihat langsung bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat dibangun melalui kolaborasi, disiplin, dan inovasi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top