Hari libur di Kampung Ilmu justru dipenuhi berbagai kegiatan kolaboratif yang penuh pembelajaran. Mulai dari penyusunan program pemberdayaan masyarakat bersama akademisi Universitas Indonesia, persiapan Pengabdian Masyarakat mahasiswa FKG UI, hingga proses awal pembangunan Taman Bermain Ramah Anak dan koordinasi persiapan Qurban 2026.
Rangkaian kegiatan sejak Kamis hingga Minggu, 14–17 Mei 2026 ini menunjukkan bagaimana Kampung Ilmu terus bergerak sebagai ruang belajar bersama yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, relawan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dalam satu ekosistem pemberdayaan.
Dosen FEB UI Dalami Program Pemberdayaan Kampung Ilmu
Pada Kamis, 14 Mei 2026, Kampung Ilmu kedatangan tiga dosen Akuntansi FEB UI, yaitu Vita Silvira, Dwi Astuti Rosmianingrum Nainggolan, dan Desti Fitriani.
Kunjungan ini dilakukan untuk menggali lebih dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Kampung Ilmu sebagai bahan penyusunan proposal MADAYA Sustainable Fund 2026.
Program MADAYA hadir untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis komoditas pangan utama yang berwawasan lingkungan melalui penerapan teknologi sederhana tepat guna.
Sebelum sesi diskusi dimulai, tim dosen terlebih dahulu menonton video profil Kampung Ilmu dan video program kemandirian pangan keluarga melalui kebun gizi rumah tangga dan budidaya ayam petelur.
Sesi tanya jawab berlangsung intens. Tim perumus proposal menggali berbagai aspek penting program, mulai dari alasan dan tujuan dibangunnya program kemandirian pangan keluarga, proses pelaksanaan, kendala di lapangan, hingga dampak yang telah dirasakan masyarakat.
Pembahasan juga menyentuh detail teknis anggaran Program Kebun Gizi Keluarga dan Program Ayam Petelur, termasuk proses pendampingan warga, distribusi bantuan, dan strategi keberlanjutan program.
Setelah sesi diskusi, tim dosen mengunjungi langsung Sentra Ayam Petelur, khususnya kandang transisi, serta Rumah Pembibitan tempat planter bag diisi media tanam dan bibit hingga tumbuh subur sebelum dibagikan kepada warga.
Mahasiswa FKG UI Siapkan Pengabdian Masyarakat Kelima
Pada Jumat, 15 Mei 2026, Kampung Ilmu kembali menerima kunjungan enam mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia untuk melihat langsung lokasi kegiatan Pengabdian Masyarakat FKG UI yang akan kembali digelar di Tegalwaru dan Kampung Ilmu.
Didampingi relawan Kampung Ilmu, mahasiswa mengunjungi Puskesmas Tegalwaru serta sejumlah sekolah SD, SMP, dan SMK yang nantinya menjadi lokasi kegiatan.
Mereka juga melihat berbagai fasilitas di kawasan Kampung Ilmu dan SMKN Tegalwaru seperti aula, Rumah Sujud, Gedung Solusi Akademi, hingga ruang kelas.
Karena jumlah panitia mahasiswa tahun ini diperkirakan lebih banyak, tim juga mulai memetakan area yang memungkinkan digunakan sebagai lokasi tenda menginap.
Merancang Taman Bermain Ramah Anak
Memasuki Sabtu dan Minggu, 16–17 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan bersama tim Pak Rino Wicaksono yang membantu merancang Taman Bermain Ramah Anak di lahan seluas sekitar 1,2 hektar.
Tim menjelaskan bahwa merancang lanskap dan taman bermain membutuhkan kombinasi kerja fisik, pemikiran teknis, kepekaan estetika, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna.
Setelah pemaparan proses perencanaan hingga tahapan eksekusi, kegiatan langsung dilanjutkan di lapangan dengan mengukur area dan membuat patok batas taman bermain.
Sementara itu, tim lainnya melakukan pendataan dan memberi label pada pohon-pohon yang perlu dijaga saat pembangunan berlangsung agar desain taman tetap mengikuti kondisi lingkungan alami dan menjaga keberagaman hayati yang sudah ada.
Penelitian Kesehatan Gigi Anak Batita di Desa Cisarua
Pada Minggu pagi, 17 Mei 2026, Kampung Ilmu juga kedatangan drg. Nieka Adhara Wahono yang berencana melakukan penelitian tentang kondisi kesehatan gigi dan mulut anak batita di Desa Cisarua.
Rencananya penelitian tersebut akan dilakukan pada 8 dan 9 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya pemetaan kondisi kesehatan anak usia dini.
Persiapan Qurban 2026 dan Pentingnya Keamanan Pangan
Setelah makan siang, relawan Kampung Ilmu melanjutkan diskusi koordinasi persiapan Qurban 2026. Hingga saat ini, telah terkumpul sementara 13 ekor sapi dan 2 ekor domba.
Dalam diskusi tersebut, Pak Imam menjelaskan hakikat qurban sebagai salah satu kontribusi penting peradaban Islam dalam mengubah konsep “pengorbanan” menjadi ibadah yang memiliki dimensi sosial kuat.
Jika pada masa lalu pengorbanan sering dikaitkan dengan persembahan kepada leluhur dalam tradisi lama, maka dalam Islam hewan qurban disembelih dan hasilnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meninjau lokasi penyembelihan hewan qurban. Dalam kesempatan itu, Pak Imam kembali menekankan pentingnya keamanan dan higienitas daging qurban, mulai dari proses penyembelihan yang sesuai syariat, penerapan SOP kesehatan, hingga tata kelola distribusi daging yang aman dan bersih.
Rangkaian kegiatan selama hari libur ini memperlihatkan bagaimana Kampung Ilmu terus tumbuh sebagai ruang kolaborasi yang hidup. Dari pemberdayaan pangan keluarga, pendidikan kesehatan, hingga pembangunan ruang bermain anak, seluruh kegiatan berjalan dengan semangat gotong royong dan pembelajaran bersama.