4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Sinergi Tiga Perempuan Hebat dan Multi Pihak di Kampung Ilmu Cisarua untuk Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting

Minggu, 1 Februari 2026, Kampung Ilmu Cisarua, Purwakarta kembali menjadi ruang belajar hidup yang menginspirasi. Kampung Ilmu menerima kunjungan istimewa dari tiga Perempuan Hebat Indonesia:

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Ibu Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si,

Wakil Menteri PPPA, Ibu Veronika Tan, serta

Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda.

Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa Kampung Ilmu telah berkembang sebagai learning centre berbasis komunitas yang mempraktikkan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta ketahanan keluarga secara nyata dan berkelanjutan.

Diskusi Hangat: Ibu sebagai Manajer Gizi Keluarga

Diskusi santai namun sarat makna difasilitasi oleh Imam Prasodjo, fasilitator sekaligus inisiator dan inspirator Kampung Ilmu Purwakarta. Dalam diskursus ini ditegaskan bahwa Kampung Ilmu dibangun sebagai ruang belajar bersama untuk melahirkan keluarga dan komunitas yang mandiri dan tangguh.

Dalam arahannya, Menteri PPPA mengamanatkan pentingnya penguatan pemahaman ibu-ibu sebagai manajer rumah tangga, khususnya dalam pengelolaan dan pemenuhan gizi keluarga berbasis kearifan lokal. Menurut Menteri PPPA, ibu memegang peran strategis dalam menentukan kualitas pangan keluarga—mulai dari sumber bahan pangan, cara pengolahan, hingga kebiasaan makan anak.

Beliau juga menekankan perlunya sinergi dan kolaborasi lintas sektor—pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha—untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan kontekstual dengan kondisi lokal masyarakat.

Sementara itu, Wamen PPPA Ibu Veronika Tan, yang telah beberapa kali mengunjungi Kampung Ilmu, kembali menyampaikan apresiasinya. Sebelumnya, Wamen PPPA telah memberikan bantuan planterbag kepada ibu-ibu Kampung Ilmu untuk menanam sayur dan buah secara organik di halaman rumah. Inisiatif ini membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan dapur secara mandiri, sehat, dan terjangkau.

Diskusi ini turut dihadiri oleh Sekda Purwakarta, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, rombongan Fakultas Kedokteran UI (Dr. Yulia, dr. Ilham, dan mahasiswa spesialis Obsgin), serta rombongan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang dipimpin Isfandiarni, Ph.D, bersama dosen pendamping dan 8 mahasiswa Program Kelas Khusus Internasional FEB UI.

Hadir pula Staf Ahli BGN Florencio Mario Vieira, perwakilan Perhimpunan Alumni Jerman (Joang dan Ibnu), Monica Tanuhandaru dari  Bambu Lingkungan Lestari serta jejaring Kampung Ilmu Serayu Network.

Kampung Ilmu sebagai Etalase Praktik Baik Ketahanan Pangan

Usai diskusi, rombongan diajak mengunjungi sentra budidaya ayam petelur Kampung Ilmu. Di lokasi kandang ayam, terjadi dialog interaktif mengenai besarnya potensi ayam petelur sebagai sumber protein hewani untuk meningkatkan gizi keluarga dan mencegah stunting.

Kampung Ilmu saat ini menjalankan program peminjaman 6 ekor ayam petelur kepada warga, yang dipelihara di pekarangan rumah masing-masing. Program ini dilaksanakan dengan semangat gotong royong, mulai dari pembuatan kandang hingga perawatan harian, sehingga manfaatnya tidak hanya ekonomi dan gizi, tetapi juga penguatan solidaritas sosial.

Rombongan kemudian mengunjungi sentra produksi pakan Kampung Ilmu, tempat dijelaskan upaya kemandirian pakan unggas, ikan, dan ternak agar masyarakat tidak bergantung pada pakan pabrikan. Di lokasi ini juga diperlihatkan alat pengering (rotary dryer) dengan teknologi baru hasil inovasi rekan-rekan dari Alumni Jerman, sebagai contoh kolaborasi pengetahuan dan teknologi yang membumi

Dapur Komunitas MBG dan Kebun Ilmu

Perjalanan berlanjut ke Dapur Komunitas MBG Kampung Ilmu, yang dirancang secara serius oleh tenaga arsitektur dan dilengkapi peralatan modern seperti cooler dan chiller. Dapur ini dipersiapkan sebagai pusat pengolahan pangan sehat berbasis komunitas yang mendukung program MBG.

Rombongan juga mengunjungi Kebun Ilmu, lokasi rintisan budidaya ikan air tawar. Di sini, para tamu berkenalan dengan kader desa Siti Juleiha, yang bercita-cita bekerja di MBG Kampung Ilmu. Dengan cerita yang mengundang tawa, ia berbagi pengalaman magang—belajar disiplin waktu, menjaga kebersihan diri, serta memastikan bahan makanan tetap higienis—sebuah proses kecil namun penting dalam membangun SDM desa.

Setelah makan siang, FEB UI melanjutkan diskusi bersama SMKN Tegalwaru dan warga Kampung Ilmu, membahas digital marketing, pengembangan potensi desa, serta pengelolaan keuangan keluarga, terutama bagi ibu-ibu sebagai pengelola utama ekonomi rumah tangga.

Kampung Ilmu: Belajar dan Berdaya Bersama

Kunjungan ini menegaskan bahwa Kampung Ilmu Cisarua, Purwakarta, adalah ruang di mana ilmu bertemu praktik, kebijakan bertemu warga, dan kolaborasi melahirkan perubahan nyata. Dengan dukungan para Perempuan Hebat, akademisi, pemerintah, dan jejaring komunitas, Kampung Ilmu terus melangkah sebagai pusat pembelajaran untuk ketahanan keluarga, penguatan gizi berbasis kearifan lokal, dan masa depan generasi yang lebih sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top