4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Kampung Ilmu Jadi Ruang Tumbuh: Psikologi untuk Generasi yang Peduli

Kamis, 9 Oktober 2025, Kampung Ilmu Purwakarta kembali menjadi ruang belajar yang hangat dan inspiratif. Kali ini, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (F. Psikologi UI) hadir melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang melibatkan tiga kelompok riset (KR) dengan tema dan pendekatan yang berbeda, namun memiliki satu semangat yang sama: memberdayakan masyarakat melalui ilmu psikologi yang aplikatif dan bermakna.

Laboratorium Psikologi Lalu Lintas: Edukasi Keselamatan Berkendara

Dibuka oleh Prof. Dr. Guritnaningsih, Psikolog, bersama tim fasilitator Muhammad Farhan Indra, S.Pd., Hanifah Addini, S.Si., dan Ade Muhammad Arbi selaku praktisi keselamatan berkendara, sesi ini menjadi lanjutan dari rangkaian edukasi lalu lintas yang sudah digelar sebelumnya.
Pesertanya adalah 32 siswa SMK kelas 10 dan 11, mayoritas pengendara motor aktif — kelompok usia yang paling rentan terhadap risiko kecelakaan.

Sesi dimulai dengan pengenalan dan materi lanjutan tentang faktor risiko kecelakaan, perlengkapan wajib berkendara, serta cara mengelola emosi di jalan. Para fasilitator menekankan pentingnya membangun budaya berkendara yang tertib, beretika, dan berempati, sebagai pondasi menuju zero accident.

Suasana makin hidup ketika peserta diajak demo praktik berkendara langsung di lapangan. Mereka belajar:

  • Cara mengerem yang benar
  • Teknik berbelok aman
  • Tata cara membonceng penumpang
  • Pemeriksaan kelayakan kendaraan seperti spion, ban, rem dan lampu

Setelah sesi praktik, para siswa mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman baru mereka.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah dan foto bersama, menutup hari dengan pesan kuat: keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tapi soal sikap dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.

MindCoLab: Menumbuhkan Empati Lewat Konselor Sebaya

Kelompok Riset Mindfulness and Contemplative Psychology Laboratory (MindCoLab) dipandu oleh Kenny Valentino, S.Psi., M.Si. dan Mutia Aulia Dewii, S.Si., M.Si.   Tema yang diangkat adalah “Konselor Sebaya: Mendengar, Memahami, dan Mendukung.”

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya, di mana para peserta — dikenal sebagai Agen Sobat Carita — diajak memahami dasar-dasar kesehatan mental, keterampilan konseling, serta peran penting konselor sebaya.

Mutia dan Kenny menjelaskan bahwa konselor sebaya adalah seseorang yang terlatih membantu teman lainnya dengan cara mendengarkan secara empatik, memahami tanpa menghakimi, dan mendukung agar konseli mampu mengambil keputusan terbaik untuk dirinya.

Mengapa perlu konselor sebaya?

  • Karena bercerita kepada teman terasa lebih nyaman dan nyambung.
  • Solusi yang muncul lebih realistis karena sama-sama mengalami fase hidup serupa.
  • Konselor sebaya mudah diakses dan bisa jadi jembatan bagi teman yang kesulitan datang ke psikolog.

Para peserta kemudian belajar berbagai keterampilan konseling, seperti:

  • Mendengar aktif
  • Observasi dan komunikasi interpersonal
  • Memberi respons positif
  • Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan

Mutia dan Kenny juga mengingatkan: seorang konselor bukan pemberi solusi, melainkan pendamping proses berpikir. Mereka menutup sesi dengan penjelasan mengenai rencana praktik konseling sambil “mayoran” (makan bersama), yaitu kegiatan lanjutan yang akan dilakukan peserta setelah pelatihan berakhir. Praktik ini bertujuan agar para Agen Sobat Carita dapat menerapkan keterampilan konseling yang telah dipelajari secara langsung di lingkungan sekitar mereka.
Hasil praktik ini nantinya dilaporkan melalui Google Form disertai foto kegiatan, agar setiap Agen Sobat Carita benar-benar belajar melalui pengalaman nyata.

KR TSE: Menyambung Pembelajaran, Menumbuhkan Keakraban

Tim Kelompok Riset Teacher and Student Effectiveness (TSE) di bawah bimbingan Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog, kembali hadir di Kampung Ilmu untuk melanjutkan rangkaian kegiatan sebelumnya. Jika pada pertemuan terdahulu tim TSE berfokus pada pelatihan strategi regulasi emosi bagi ibu dan anak usia dini, maka kegiatan kali ini dirancang sebagai sesi tindak lanjut dan refleksi pembelajaran.

Kegiatan dibagi menjadi dua bagian, yakni sesi untuk anak dan sesi untuk ibu.

Pada sesi anak, kegiatan difokuskan pada follow-up test guna melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi sebelumnya. Anak-anak diajak mengingat kembali cara mengenali ekspresi emosi dan bagaimana merespons perasaan seperti marah, sedih, atau senang dengan cara yang tepat. Mereka tampak antusias saat menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan yang dikemas secara menyenangkan.

Sementara pada sesi ibu, kegiatan berisi follow-up test setelah pelatihan sebelumnya dan diskusi reflektif seputar pengalaman praktik regulasi emosi di rumah. Para ibu berbagi cerita tentang pengalaman penerapan strategi regulasi emosi, tantangan yang dihadapi, perubahan yang dirasakan, serta rencana ke depannya. Suasana terasa hangat dan terbuka saat para ibu saling menanggapi dan berdiskusi mengenai pengasuhan sehari-hari.

Sebagai penutup, para ibu diajak melakukan aktivitas mencari dan menyusun kepingan puzzle bergambar foto kebersamaan antara ibu dan fasilitator saat pelatihan sebelumnya. 

Semua kegiatan yang dilakukan menjadi simbol dari proses menyambung kembali pengalaman belajar yang telah dilalui, sekaligus bentuk apresiasi terhadap usaha dan komitmen ibu untuk terus belajar dan berkembang.

Kegiatan KR TSE kali ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga pengingat bahwa perubahan kecil dalam pengasuhan berawal dari orang tua yang mau belajar, terbuka, dan harapannya dapat memunculkan perasaan bangga terhadap apa yang sudah dilakukan.

Kampung Ilmu: Ruang Belajar yang Hidup dan Menginspirasi

Melalui ketiga kegiatan ini, Fakultas Psikologi UI menunjukkan bahwa ilmu psikologi dapat hadir secara nyata — di sekolah, di rumah, dan di jalan.
Edukasi keselamatan, pelatihan konselor sebaya, hingga pendampingan anak dan orang tua, semuanya diarahkan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, peduli, dan berempati.

Kampung Ilmu Purwakarta pun kembali membuktikan perannya sebagai ruang kolaboratif di mana ilmu dan nilai-nilai kemanusiaan tumbuh bersama.
Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya soal pengetahuan — tapi tentang bagaimana kita saling memahami dan bertumbuh sebagai manusia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top