Pada tanggal 30 dan 31 Mei 2025, Kampung Ilmu menerima kunjungan istimewa dari Ibu Wien, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), yang secara khusus datang untuk melakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan program budidaya tanaman organik skala rumah tangga. Selama dua hari, beliau melakukan kunjungan dari rumah ke rumah para ibu penerima manfaat yang sebelumnya telah menerima planter bag berisi bibit tanaman.
Di hari Jumat, Ibu Wien didampingi oleh Kader Ilis, dan pada hari Sabtu oleh Kader Tary. Mereka bersama-sama menyambangi total 37 ibu hamil dan ibu menyusui, untuk melihat perkembangan tanaman, mendengarkan cerita dari para penerima, serta mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi di lapangan.
Kegiatan ini membuka banyak cerita menggembirakan. Sebagian besar ibu-ibu yang dikunjungi menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mulai merasakan manfaat dari menanam di halaman sendiri. Tanaman cabai menjadi favorit karena bisa dipetik sewaktu-waktu untuk kebutuhan memasak. Beberapa ibu bahkan mengaku sudah memanen hasil tanamannya dan membagikannya kepada tetangga, menciptakan semangat berbagi dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Ibu Wien tak hanya datang mengamati, tetapi juga memberi berbagai tips penting. Mulai dari cara merawat tanaman agar tetap subur, mengenali gejala awal kerusakan, hingga cara alami mengatasi hama dan gulma (rumput liar). Edukasi langsung ini disambut baik oleh para ibu yang ingin terus belajar dan memperbaiki teknik menanam mereka.
Namun, kunjungan ini juga mengungkap beberapa tantangan. Ada ibu-ibu yang kesulitan karena media tanam kurang memadai atau tanaman mereka diserang hama. Di sisi lain, komunikasi melalui grup WhatsApp juga belum berjalan optimal. Beberapa peserta jarang merespons pesan karena merasa malu mengirim foto atau tak nyaman aktif di grup, sementara sebagian lain menyebut ponsel mereka lebih sering dipakai anak-anak.
Meski demikian, semangat yang ditunjukkan para ibu sangat membesarkan hati. Mereka ingin terus menanam, terus belajar, dan menjaga tanaman mereka sebagai bagian dari gaya hidup. Program planter bag ini bukan hanya memberikan sayur di dapur, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, solidaritas, dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan keluarga.
Dari setiap pot yang tumbuh di halaman rumah, terlihat harapan yang juga tumbuh—tentang desa yang mandiri, sehat, dan lebih peduli terhadap lingkungan.
