Empat hari penuh semangat dan pembelajaran berlangsung di Kampung Ilmu, Tegalwaru, Purwakarta. Kali ini, giliran delapan mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) yang menjalani Kuliah Lapang—sebuah pengalaman langsung yang mempertemukan teori kampus dengan realita desa. Kegiatan ini bukan hanya soal observasi, tetapi juga kontribusi lintas ilmu untuk menjawab tantangan nyata masyarakat.
Hari Pertama: Menyusuri Jejak Inovasi Desa
Kegiatan dimulai dengan pemetaan dan observasi di berbagai sentra yang ada di Kampung Ilmu. Mahasiswa diajak berkeliling ke Sentra Pembibitan, tempat berbagai bibit tanaman dan media tanam diproduksi secara mandiri. Mereka juga melihat langsung Embung Tegalwaru, penampung air multifungsi yang tak hanya mengatasi kekeringan tetapi juga dimanfaatkan sebagai kolam pembesaran ikan patin dan nila.
Di Hanggar Produksi, mahasiswa menyimak bagaimana pakan ternak dan pelet ikan dibuat dari bahan baku hasil budidaya sendiri—cara cerdas menekan biaya produksi. Mereka juga berkunjung ke Sentra Kambing Perah, menyaksikan langsung kondisi kandang dan kambing perah unggulan, serta mendapat penjelasan tentang proses budidaya ikan patin menggunakan fasilitas hatchery dan kolam terpal bundar, yang selama ini menjadi sumber benih bagi para petani ikan di wilayah sekitar.
Hari Kedua: Observasi Rumah Warga dan Ilmu Terapan dalam Aksi
Pagi hari, para mahasiswa UPJ melakukan observasi langsung ke rumah-rumah warga yang memiliki kandang ayam di dekat tempat tinggal mereka. Dari kunjungan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata kondisi kandang dan pola pemeliharaan ayam di tingkat keluarga.
Siangnya, hari kedua menjadi momen para mahasiswa menunjukkan ide dan solusi berbasis ilmu yang mereka pelajari di kampus. Presentasi demi presentasi berlangsung dinamis, di hadapan relawan Kampung Ilmu, siswa SMKN, dan warga.
- Mahasiswa Arsitektur (Aleyda Farah dan Christopher Theo) merancang kandang ayam kampung petelur yang ideal untuk dibagikan kepada ibu hamil dan menyusui—upaya konkret membantu cegah stunting dari tingkat keluarga.
- Mahasiswa Desain Produk (M. Reza dan Roberto Megavent) menghadirkan desain kemasan telur ayam dan ikat kangkung yang lebih estetis, kuat, dan mampu memperpanjang kesegaran sayur saat dijual.
- Mahasiswa Informatika (Ahmad Sayyid dan Dhimas Nurhidayat) merancang sistem IoT (Internet of Things) untuk memantau kandang ayam secara digital, bahkan mengembangkan desain alat penetas telur ayam sederhana.
- Dari sisi ekonomi, mahasiswa Manajemen (Halimatus Sa’diah) dan Akuntansi (Irfan Aziz Pahlevi) mengajak warga berdiskusi tentang pentingnya bijak mengelola keuangan rumah tangga, agar tak terjebak pada pinjol, bank emok, atau kredit konsumtif.
Hari Ketiga: Menyentuh Pendidikan Usia Dini
Hari ketiga membawa mahasiswa ke titik yang tak kalah penting: PAUD di sekitar Kampung Ilmu yang masih sangat terbatas dari sisi fasilitas. Mereka mendata dan mengukur lahan serta bangunan yang ada, sebagai langkah awal menuju desain ideal PAUD masa depan—lengkap dengan ruang sentra imtek, sentra seni, sentra bermain indoor, ruang guru, toilet, dapur, dan area bermain outdoor. Di sore harinya, mahasiswa merekam video refleksi untuk menuturkan pengalaman yang membekas selama mengikuti kegiatan ini.
Hari Keempat: Bergerak, Berkarya, Berbagi
Diawali dengan senam pagi di area embung yang sejuk, mahasiswa lalu membuat konten edukasi yang akan dibagikan untuk mendukung promosi program Kampung Ilmu. Siang harinya, mereka kembali ke kampus dengan membawa pengalaman, wawasan, dan semangat baru untuk berkarya.
Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Universitas Pasundan yang bertugas mendokumentasikan keseluruhan kegiatan. Dua mahasiswa Peternakan UGM yang sedang magang di Kampung Ilmu selama hampir tiga minggu juga ikut bergabung, menjadikan momen ini sebagai wadah lintas kampus yang sarat inspirasi.
Kuliah Lapang ini bukan sekadar studi lapangan, melainkan perjumpaan yang bermakna antara pengetahuan, pengalaman, dan realitas. Di Kampung Ilmu, mahasiswa UPJ tak hanya belajar dari desa, tapi juga turut memberi warna perubahan. Sebuah bentuk pendidikan masa kini yang memerdekakan dan memberdayakan—dari kampus, untuk masyarakat.
