4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Riset Psikologi: Menggali Realita, Mendengarkan Suara Desa

Kampung Ilmu kembali menjadi titik temu antara akademisi dan masyarakat. Kali ini, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia hadir lebih kuat dari sebelumnya dengan membawa 8 kelompok riset/laboratorium yang turun langsung ke lapangan untuk menggali, berdiskusi, dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan warga desa, mulai dari kesehatan ibu hamil, pengasuhan anak, pendidikan, hingga literasi keuangan.

1. Kelompok Riset Psikologi Olahraga dan Latihan (KR POL)

Dipimpin oleh Prof. Liche Seniati, kelompok ini mengadakan senam hamil bersama ibu-ibu hamil di Kampung Ilmu. Kegiatan ini dipandu oleh Bidan Amel, yang tidak hanya memperagakan langsung gerakan senam, tetapi juga memandu praktik bersama dengan ibu-ibu hamil secara interaktif. Untuk memudahkan latihan di rumah, peserta juga diperkenalkan pada video senam hamil yang telah dibuat oleh tim. Kehadiran dr. Achmad Mediana, Sp.OG menambah kekuatan sesi ini, dengan penjelasan tentang pentingnya senam hamil bagi kesehatan ibu dan persiapan persalinan. Di akhir kegiatan KR POL menyerahkan 25 matras dan bantal senam hamil kepada Kampung Ilmu sebagai bagian dari komitmen untuk mendampingi latihan rutin ke depan.

2. Teacher–Student Effectiveness (TSE)

Kelompok Riset TSE telah melaksanakan kegiatan membuat prakarya kolaboratif dari sedotan yang melibatkan ibu dan anak usia dini (4–6 tahun). Kegiatan ini berlangsung secara paralel dengan wawancara kepada ibu dan observasi terhadap anak untuk melihat dinamika regulasi emosi. Wawancara  dengan ibu dan observasi pada anak usia dini (4-6 tahun) bertujuan menggali pemicu, respons, serta strategi regulasi emosi orang tua dalam konteks pengasuhan, sedangkan observasi anak difokuskan pada perilaku yang mencerminkan kemampuan regulasi emosi.

3. Laboratorium Intervensi Sosial dan Krisis

Laboratorium Intervensi Sosial dan Krisis mengadakan FGD (diskusi kelompok terarah) bersama guru SD dan SMK untuk membahas kekerasan berbasis gender (KBG) di lingkungan pendidikan. Diskusi berlangsung terbuka dan mendalam, menggali bagaimana guru merespons, mencegah, dan menangani isu-isu KBG yang sering kali tersembunyi di balik norma sosial.

4. Mindfulness and Contemplative Psychology Laboratory (MindCoLab)

MindCoLab menggelar FGD dengan dua guru dan enam siswa SMK untuk mendalami kebutuhan akan pelatihan peer counselor, yaitu siswa yang bisa menjadi teman sebaya yang mampu mendengar, memberi dukungan, dan merujuk teman-temannya saat menghadapi tekanan emosional atau masalah sosial. Konselor sebaya menjadi penting menjadi ujung tombak di masa banyaknya masalah kesehatan mental di usia remaja.

5. Kelompok Riset Studi Keluarga

Kelompok Riset Studi Keluarga yang dipimpin oleh Dr. Fivi Nurwiati membahas tema-tema yang seringkali tabu tapi penting. Pertama, diskusi dengan siswa-siswi SMK kelas 12 tentang pandangan mereka terhadap pacaran dan pernikahan. Kedua, FGD dilakukan dengan  4 ibu yang menikah di usia remaja, membahas realita pernikahan dini dan tantangan dalam mengasuh anak. Suara-suara mereka menjadi catatan penting dalam merancang pendekatan yang lebih empatik terhadap isu pernikahan anak.

6. Learning, Education and School Wellbeing (LEdS)

Kelompok Riset LEdS yang dipimpin Dr. Eva Septiana melakukan rangkaian FGD dengan 10 siswa SMP5 ibu dari siswa SMP, dan guru SMP. Fokusnya adalah menggali aspirasi pendidikan, hambatan yang mereka hadapi, serta tantangan guru dalam memfasilitasi mimpi siswa. Pertemuan ini membongkar kenyataan bahwa cita-cita besar sering terhenti bukan karena kurangnya semangat, tapi karena hambatan struktural dan keterbatasan akses.

7. Kelompok Riset Psikologi Ekonomi dan Konsumen

Melalui FGD yang melibatkan ibu hamil, ibu tidak hamil, dan satu perempuan belum menikah, kelompok riset Psikologi Ekonomi dan Konsumen yang dipimpin Dra. Bertina Sjabadhyni, M.Si., menggali literasi keuangan warga: bagaimana mereka mencatat pemasukan dan pengeluaran, bagaimana prioritas kebutuhan ditentukan, serta kondisi ekonomi sehari-hari. Sebagai tambahan, tim juga membuat video wawancara singkat yang akan dikembangkan menjadi bahan edukasi literasi keuangan berbasis warga.

8. Life Span Development (LsD)

Kegiatan Pengmas dari Kelompok Riset Life Span Development yang dilakukan Ibu Ike Anggraika, fokus pada pengasuhan anak usia 3–12 tahun, mengadakan FGD dengan ayah dan ibu untuk memahami praktik dan tantangan orang tua. Ibu Ike dan tim juga menginap di Kampung Ilmu untuk melanjutkan kegiatan pada Jumat, 11 Juli 2025 untuk melakukan wawancara mendalam dengan guru PAUD dan guru SD terkait praktik pengasuhan pada anak di lingkungan Tegal Waru.

Delapan kelompok, satu semangat: menjadikan ilmu psikologi hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya untuk diteliti tapi untuk didengar dan dipahami. Kampung Ilmu sekali lagi membuktikan bahwa ketika pengetahuan turun ke lapangan, yang tumbuh bukan hanya data—tapi juga kesadaran, solusi, dan hubungan antarmanusia yang lebih kuat.

Kegiatan ini bukan akhir, tapi bagian dari proses panjang. Kolaborasi antara Kampung Ilmu dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia akan terus berlanjut, menyentuh lebih banyak tema, dan membuka lebih banyak ruang belajar bersama di desa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top