4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Kunjungan Menteri Bappenas ke Kampung Ilmu yang Penuh Inspirasi

Sabtu, 18 April 2026, Kampung Ilmu kembali menjadi ruang temu gagasan besar. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, hadir bersama istri yang berprofesi sebagai wartawan, dalam sebuah kunjungan yang bukan sekadar seremonial, tetapi penuh dialog, pembelajaran, dan inspirasi.

Turut hadir dalam rombongan, Ir. Djayeng Baskoro sebagai Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Mantan Deputy Promosi dan Kerjasama (Prokerna) Badan Gizi Nasional Dr. Nyoto dan Tenaga Ahli Kabadan BGN Mario Vieira, serta perwakilan dari FEB UI yang terdiri dari Kiki Verico, S.E., MRI., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum), Isfandiarni, S.E., MA., Ph.D. (Ketua Program Kelas Khusus S1 Internasional), Edward Tanujaya, S.E., M.Sc. (Manajer Pengembangan Kerjasama dan Pengelolaan Unit Usaha), dan Ira Iriyanti, S.E., M.S.M (Dosen Pemasaran). Hadir pula Ir. Amir Rosidin, M.M., mantan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero).

Kehadiran mereka memperkuat satu hal: apa yang tumbuh di Kampung Ilmu mulai mendapat perhatian luas.

Kunjungan dimulai dari jantung program, yaitu Dapur MBG Kampung Ilmu.

Di sini, Imam Prasodjo mengajak rombongan melihat langsung fasilitas dapur sekaligus menjelaskan konsep yang dibangun. Dapur ini tidak hanya besar dan tertata, tetapi juga dilengkapi dengan peralatan dan mesin berkualitas untuk memastikan proses produksi berjalan efektif dan higienis.

Kualitas bahan baku menjadi perhatian utama. Chiller dan cold storage yang disumbangkan oleh Pak Afan membantu menjaga kesegaran bahan makanan, mulai dari sayur, ikan, hingga daging. Tidak berhenti di situ, dapur ini juga dilengkapi teknologi QR code dan aplikasi berbasis AI yang mampu memantau distribusi makanan sekaligus mengukur kandungan gizinya.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Pak Menteri. Ia tampak terkesan dengan inovasi yang dilakukan, terutama oleh tim IT yang mampu menghadirkan sistem monitoring yang jarang ditemui dalam program sejenis. 

Dari dapur, rombongan melanjutkan kunjungan ke proyek tobong.

Di lokasi ini, sedang dibangun dryer dome dengan teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah sebagai sumber panas untuk mengeringkan hasil panen. Inovasi ini menjadi solusi nyata bagi kebutuhan warga desa dalam menjaga kualitas hasil pertanian, sekaligus menjawab persoalan lingkungan.

Perjalanan dilanjutkan ke Sentra Ayam Petelur, bagian penting dari ekosistem ketahanan pangan keluarga di Kampung Ilmu.

Sebelum meninggalkan area kunjungan lapangan, Prof. Rachmat Pambudy dan istri menyempatkan diri berinteraksi santai dengan ibu-ibu dari komunitas kebun keluarga, peternak ayam, ibu hamil, dan ibu menyusui. Percakapan berlangsung hangat, penuh cerita keseharian, sekaligus menjadi cerminan langsung dampak program yang telah berjalan.

Setelah makan siang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai yang dipandu oleh Imam Prasodjo.

Dalam diskusi tersebut, Djayeng  menjelaskan pentingnya pembangunan PAUD sebagai fondasi utama dalam masa golden age anak. Ia menyampaikan bahwa Kemendikdasmen siap mendukung rencana pembangunan sentra alam PAUD di Kampung Ilmu, lengkap dengan fasilitas kelas yang terintegrasi.

Dari sisi akademik, tim FEB UI menyampaikan rencana untuk menghadirkan mahasiswa internasional agar dapat belajar langsung di Kampung Ilmu. Mereka melihat Kampung Ilmu sebagai contoh nyata pembangunan dari bawah yang inklusif dan partisipatif. Bahkan, ada harapan untuk membangun sebuah center atau pusat kegiatan FEB UI di Kampung Ilmu.

Usai diskusi bersama, perwakilan FEB UI juga berkesempatan berdialog langsung dengan ibu-ibu dari berbagai komunitas di Kampung Ilmu. Percakapan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, sekaligus memperlihatkan bagaimana program-program yang dijalankan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Apresiasi juga datang dari berbagai pihak.

Pak Nyoto, mantan deputi Kemendagri, menyoroti langkah Kampung Ilmu dalam membangun dashboard program yang mendukung transparansi dan akuntabilitas. Sementara Mario Vieira menegaskan bahwa Dapur MBG Kampung Ilmu telah memperhatikan aspek penting secara menyeluruh, mulai dari kualitas fasilitas, higienitas, sistem IPAL, hingga penggunaan teknologi QR dan AI.

Dukungan juga datang dari lapangan. Pak Ali dari Polsek Plered yang telah lama bersinergi, terus menjaga keberlanjutan program-program di Kampung Ilmu. Pak Afan, selain menyumbangkan chiller dan cold storage, juga aktif berbagi ilmu sebagai praktisi dalam pengolahan bahan baku seperti ikan dan daging.

Sementara itu, Pak Amir Rosidin berbagi cerita tentang kolaborasinya bersama Imam Prasodjo sejak lama, termasuk saat di Banjarnegara bersama Indonesia Power. Ia juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Nusantara Power di Purwakarta.

Kunjungan ini menunjukkan bahwa Kampung Ilmu bukan hanya tempat menjalankan program, tetapi telah menjadi model pembelajaran bersama.

Di sini, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang yang sama. Bukan untuk sekadar melihat, tetapi untuk belajar, berdiskusi, dan mencari cara agar perubahan bisa terus diperluas.

Dari dapur, dari kebun, dari kandang, hingga ruang diskusi, Kampung Ilmu terus menunjukkan bahwa pembangunan yang kuat selalu dimulai dari bawah.

Dan ketika banyak pihak mulai percaya, maka langkah kecil itu perlahan berubah menjadi gerakan besar.

Setelah rombongan kembali ke Jakarta, kegiatan di Kampung Ilmu belum berhenti. Imam Prasodjo melanjutkan dengan memberikan motivasi dan arahan kepada para calon tim Dapur MBG Kampung Ilmu. Ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan menjaga kualitas, karena dapur ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi tempat menghadirkan masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top