Kampung Ilmu kembali menjadi ruang belajar yang hidup dan penuh makna. Kali ini, Kampung Ilmu menerima kunjungan istimewa dari rombongan DOWA, brand tas rajut yang telah mendunia dan dikenal luas karena konsistensinya dalam memberdayakan para pengrajin lokal.
Selama empat hari, kebersamaan Kampung Ilmu dan DOWA terjalin dalam suasana hangat, penuh semangat belajar, berbagi pengalaman, serta kolaborasi lintas komunitas.
Hari Pertama: Sambutan Hangat dan Semangat Berbagi
Kedatangan rombongan DOWA disambut meriah oleh Grup Tari SMKN Tegalwaru dengan tarian penyambutan yang anggun dan penuh makna. Suasana hangat langsung terasa sejak langkah pertama rombongan memasuki Kampung Ilmu.
Rombongan dipimpin oleh Delia Murwihartini, pemilik DOWA Bag, bersama Nina Widaryatun, Direktur DOWA, dengan total 36 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Imam Prasodjo, Direktur Yayasan Nurani Dunia sekaligus inisiator Kampung Ilmu, menyampaikan kekagumannya terhadap DOWA yang telah memberdayakan begitu banyak pengrajin rajut hingga produknya dikenal di tingkat global. Sementara itu, Delia dan Nina menyampaikan harapan agar rombongan DOWA dapat belajar langsung mengenai peternakan dan pertanian organik yang dikembangkan di Kampung Ilmu.
Hari Kedua: Moving Class di Tengah Gerimis dan Semangat Belajar
Hari kedua diawali dengan senam pagi dan fun games di kawasan Embung Tegalwaru. Meski hanya diselimuti gerimis ringan, semangat dan keceriaan para peserta tetap terjaga.
Kegiatan dilanjutkan dengan moving class, di mana peserta DOWA dibagi menjadi tiga kelompok dan didampingi oleh guru-guru SMKN Tegalwaru untuk mengunjungi berbagai sentra dan lokasi budidaya.
Materi yang dipelajari meliputi:
- Budidaya ikan air tawar di Embung Rumah Sujud bersama Nining
- Budidaya ayam petelur bersama Dedi
- Pembibitan tanaman, termasuk praktik membuat media tanam, bersama Wanto
- Manajemen pakan ternak, ikan, dan unggas oleh Erma, lengkap dengan pengenalan pakan silase
Sore hari diisi dengan pemaparan visi dan misi Kampung Ilmu oleh Imam Prasodjo, dengan penekanan pada upaya pencegahan stunting agar generasi masa depan memiliki kesehatan dan kemampuan yang optimal.
Hari Ketiga: Menyusuri Kampung Ilmu di Tengah Udara Dingin dan Hujan
Hari ketiga tetap berjalan penuh semangat meski udara dingin dan hujan menyertai perjalanan. Dengan menaiki mobil odong-odong, rombongan DOWA berkeliling mengunjungi berbagai lokasi pembelajaran di Kampung Ilmu.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain:
- Budidaya kambing perah di Cigadog
- Rumah warga yang menjadi Kader Pilah Sampah, lengkap dengan kandang ayam petelur dan budidaya sayuran dalam planterbag di pekarangan
- Dapur Komunitas yang sedang dibangun, yang ke depan tidak hanya melayani program MBG, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran makanan sehat bagi warga desa
Sore harinya diisi dengan beragam kegiatan inspiratif:
- Podcast yang dipandu siswa SMKN Tegalwaru, menghadirkan perwakilan DOWA untuk berbagi kesan, pengetahuan, dan pengalaman selama mengikuti kegiatan di Kampung Ilmu
- Praktik membuat puding kelor dan cincau katuk
- Para pengrajin DOWA berbagi keterampilan merajut kepada puluhan ibu-ibu desa dan remaja
Melalui kegiatan ini, DOWA berharap Purwakarta juga dapat melahirkan banyak pengrajin rajut yang berdaya dan berkelanjutan.
Malam hari ditutup dengan malam keakraban yang hangat: barbeque bersama dengan sate kambing, sate ikan patin, dan sate ayam, dilengkapi fun games serta karaoke yang penuh tawa dan kebersamaan.
Hari Keempat: Penutupan Penuh Haru dan Semangat
Hari terakhir dimulai dengan senam pagi, dilanjutkan sarapan bersama, lalu acara penutupan. Suasana haru terasa, namun tetap dipenuhi semangat dan rasa syukur. Peserta DOWA dan keluarga besar Kampung Ilmu merasa seperti telah menemukan keluarga baru.
Acara penutupan dimeriahkan dengan pengumuman:
- Kelompok Teraktif
- Kelompok Paling Kompak
- Kelompok Paling Inspiratif
Kegiatan ditutup dengan foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan yang penuh makna.
