Di tangan mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), potongan bambu, kayu reng dan kawat bukan sekadar bahan bangunan semuanya menjelma menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa. Bersama para dosen pembimbing, mereka datang membawa hasil rancangan — purwarupa kandang ayam skala rumah tangga yang dibuat untuk mendukung program penanggulangan stunting di Desa Cisarua, Purwakarta.
Kandang ayam ini dibuat sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan protein hewani bagi ibu hamil dan menyusui, melalui program peminjaman ayam kampung petelur yang dijalankan Kampung Ilmu. Telur dipilih karena mudah dikonsumsi, kaya nutrisi, dan bisa menjadi sumber gizi berkelanjutan di tingkat keluarga.
Sambil bekerja, para mahasiswa dan relawan berdiskusi santai tentang desain kandang yang ideal — mulai dari sirkulasi udara, pencahayaan, kebersihan, hingga efisiensi ruang untuk skala rumah tangga.
Diskusi ini menjadi ruang belajar dua arah: mahasiswa memahami kebutuhan nyata di lapangan, sementara relawan memperoleh wawasan baru tentang desain kandang yang sehat, mudah dibersihkan, serta teknologi sederhana untuk memantau kesehatan dan keamanan ayam, seperti sensor suhu, kelembapan, dan sistem pengingat pakan otomatis.
Langkah Kecil, Dampak Nyata
Menurut tim dosen UPJ, proyek ini bukan hanya latihan desain, tetapi juga penerapan ilmu arsitektur untuk keberlanjutan sosial dan lingkungan. Desain kandang dibuat dengan prinsip ramah lingkungan, mudah dirakit, serta menggunakan bahan yang relatif murah dan mudah didapat di desa.
Sementara itu, pengelola Kampung Ilmu, Ibu Nining, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kontribusi UPJ.
“Kami senang sekali bisa bekerja sama dengan kampus. Kandang ayam ini bukan sekadar hasil karya, tapi juga wujud kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak di desa,” ujarnya.
Belajar Bersama, Tumbuh Bersama
Kunjungan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kampung Ilmu dapat melahirkan solusi nyata bagi persoalan gizi dan ketahanan pangan. Melalui inovasi sederhana seperti kandang ayam rumah tangga, Kampung Ilmu berharap semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk turun tangan langsung dalam penguatan gizi keluarga desa.
Di Kampung Ilmu, setiap langkah kecil — dari rakitan kayu hingga butir telur — menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya.