Kampung Ilmu Purwakarta kedatangan sahabat baru dari Jejakin dan Jaga Semesta. Dua komunitas ini sudah lama berkarya di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam urusan pelestarian lingkungan. Kini keduanya datang ke Purwakarta untuk satu tujuan yang sama, yaitu memetakan dan menghidupkan kembali mata air yang masih tersisa di wilayah ini.
Dalam diskusi santai namun penuh isi bersama Ibu Nining, Fainta Negoro berbagi cerita tentang cara kerja mereka dalam membantu bisnis mengurangi dampak perubahan iklim. Jejakin memakai teknologi berbasis AI dan IoT untuk menghitung jejak karbon, melacak pertumbuhan pohon, serta memantau kondisi lingkungan. Teknologi itu membuat proses perencanaan dan pengembangan program hijau menjadi jauh lebih akurat.
Kedatangan sahabat dari Jejakin ke Purwakarta punya alasan khusus. Ada keinginan kuat untuk menjadikan Jawa Barat, terutama Purwakarta, sebagai pilot pertama di wilayah ini. Kedekatan mereka dengan Pak Imam Prasodjo sebagai penggagas Kampung Ilmu ikut membuka pintu kerja sama yang lebih luas.
melalui sambungan telepon, Pak Imam Prasodjo menyampaikan apresiasinya. Beliau menilai tujuan dan kiprah Jejakin sangat penting bagi masa depan lingkungan. Beliau juga berpesan agar pelibatan masyarakat selalu menjadi prioritas. Menurutnya, konsep sustainable eco-happiness harus menjadi pegangan, yaitu hidup dengan cara yang bukan hanya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan manusia untuk generasi sekarang dan mendatang.
Sebagai langkah awal, tim Jejakin dan Jaga Semesta akan turun langsung untuk mengamati kondisi beberapa mata air. Pemetaan ini menjadi dasar untuk merancang upaya pemulihan yang tepat. Setelah tahap observasi selesai, rencana lanjutan sudah menunggu. Tahun depan mereka ingin menanam berbagai tanaman buah dan bambu di musim hujan. Saat musim kemarau, fokus berpindah pada penanaman mangrove yang selama ini sudah menjadi bagian dari strategi pemulihan mereka.
Harapannya jelas. Kolaborasi ini bisa menghijaukan lahan kritis, memperkuat ekosistem lokal, dan mengembalikan kehidupan pada mata air yang mulai melemah. Kampung Ilmu menyambut niat baik ini dengan penuh semangat. Semoga langkah bersama ini menjadi awal bagi perubahan positif yang lebih luas di Purwakarta dan wilayah sekitarnya.