Kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sepanjang tahun 2025 akhirnya ditutup pada 24 November di Kampung Ilmu Purwakarta. Beragam Kelompok Riset datang bergiliran untuk mengumpulkan data dan berbagi pengetahuan praktis bagi warga, mulai dari senam ibu hamil, memilah sampah, aman berkendara, budaya menabung, pengasuhan anak usia dini, perundungan, hingga mediasi sebaya. Manfaatnya terasa jelas bagi masyarakat dan para siswa.
Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D. Ph.D. selaku Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat F. Psikologi UI mengajak seluruh Kelompok Riset untuk melakukan refleksi sekaligus menutup rangkaian kegiatan. Hadir para akademisi dan peneliti yang terlibat selama setahun penuh, antara lain:
- Psikologi Ekonomi dan Konsumen
– Dra. Bertina Sjabadhyni, M.Si., Psikolog - Leadership, Decent Work, and Diversity
– Debora Eflina Purba, S.S., M.Si., Ph.D. - Intervensi Sosial dan Krisis
– Dianti Endang Kusumawardhani, M.Si., M.M., Ph.D., Psikolog - Mindfulness and Contemplative Psychology Research Laboratory
– Dini Rahma Bintari, M.Psi., Ph.D., Psikolog
– Mutia Aulia Dewi, S.Si., M.Si.
– Haris Munandar, S.Psi. - Learning, Education, and School Wellbeing (LEdS)
– Dr. Eva Septiana, M.Si., Psikolog - Kelompok Riset Studi Keluarga
– Dr. Fivi Nurwianti, S.Psi., M.Si., Psikolog
– Widiya Solihat Eka Riani, M.Psi., Psikolog - Lab Psikologi Lalu Lintas (PsyTRUST)
– Andi Supandi Suaid Koentary, S.Psi., M.Si. - Cognition, Affect and Well-being Lab
– Dr. Ratna Djuwita, Psikolog
– Almas Nuriyatul Fadhilah, S.Psi. - Teacher and Student Effectiveness
– Sulfani Nur Mawaddah S.Psi
– Vessy Milna S.Psi
Kelompok 1: Warga Belajar dan Menguatkan Pemahaman
Kelompok pertama berlangsung di Auditorium Gedung Solusi Akademi. Peserta terdiri dari ibu hamil, keluarga yang mengikuti materi pengelolaan sampah dan ekonomi rumah tangga, serta orang tua PAUD. Pak Imam Prasodjo hadir dan menyampaikan rasa bangga karena Kampung Ilmu dijadikan pusat pengabdian masyarakat dan laboratorium hidup bagi Fakultas Psikologi UI.
Dalam sesi ini, Dr. Fivi Nurwianti memberikan ulasan mendalam tentang pengasuhan keluarga. Topik penting seperti pola komunikasi, hubungan orang tua dan anak, sampai penggunaan gawai dibahas kembali. Dr. Fivi menekankan bahwa gawai bisa bermanfaat, tetapi harus berada dalam pengawasan yang sehat. Pertanyaan seputar batas privasi anak, apakah orang tua perlu melihat isi chat, atau bagaimana mendampingi anak saat mengakses internet, dijelaskan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Materi lain, seperti pengelolaan keuangan keluarga, kebiasaan memilah sampah, dan manfaat menabung melalui bank sampah juga ditinjau ulang agar lebih melekat pada peserta.
Kelompok 2: Siswa SMP dan SMK Menguatkan Karakter dan Keberanian
Kelompok kedua diikuti siswa SMP, siswa SMK, dan para guru. Materi tentang perundungan, etika berkendara, dan mediasi sebaya kembali dibahas. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengapa harus memakai helm meski jaraknya dekat dan tidak ada polisi. Tim Psikologi UI menjawab dengan lugas bahwa keselamatan tidak boleh ditawar. Selama aspal lebih keras daripada kepala, helm adalah pelindung utama.
Seorang siswa SMK turut berbagi pengalaman setelah mengikuti pelatihan Konseling Sebaya. Ia merasa lebih mampu menjadi pendengar yang baik dan berempati pada teman yang sedang menghadapi masalah. Cerita ini menunjukkan dampak nyata dari kegiatan Pengmas bagi perkembangan siswa.
Melihat dinamika diskusi, Pak Imam menilai siswa sekolah perlu diasah keberanian berbicara. Beliau menyarankan tambahan ekstrakurikuler seperti drama, atau public speaking agar siswa terbiasa menyampaikan pendapat dengan jelas dan percaya diri. Pak Imam bahkan berencana menghadirkan dramawan untuk melatih siswa di Kampung Ilmu.
Penutup: Ilmu Tumbuh, Komunitas Menguat
Rangkaian Pengmas F. Psikologi UI di tahun 2025 bukan sekadar kegiatan berbagi ilmu. Warga merasa lebih memahami banyak hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Para siswa belajar mengelola diri, empati, dan keberanian. Sementara itu, para peneliti mendapatkan ruang praktik yang nyata dan hidup.
Kampung Ilmu berkomitmen melanjutkan kolaborasi ini agar manfaatnya terus mengalir bagi masyarakat Purwakarta. Semoga perjalanan bersama ini menjadi fondasi perubahan positif yang berkelanjutan.