Awal September 2025, kabar duka datang dari keluarga besar musik Indonesia. Pak Imam Prasodjo menyampaikan bahwa Kang Acil Bimbo, salah satu personel grup musik legendaris Bimbo, telah berpulang.
Kang Acil tidak hanya dikenal lewat karya musik yang menjadi bagian penting perjalanan budaya Indonesia, tetapi juga melalui kepeduliannya pada masyarakat. Di balik panggung gemerlap, ia hadir sebagai sosok yang aktif bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan.
Jejak di Cisarua, Purwakarta
Salah satu kontribusi nyata Kang Acil adalah keterlibatannya di Purwakarta. Bersama Pak Imam Prasodjo, Pak Arif Pribadi, Suhaeli (Pak Oweng), Kang Dedi Mulyadi, para tokoh masyarakat, dan para guru, beliau mendukung berdirinya Yayasan Pena Hijau.
Sebagai Dewan Pembina, Kang Acil ikut mendorong program renovasi sekolah-sekolah negeri yang kondisinya banyak rusak. Melalui Pena Hijau, berbagai bangunan sekolah diperbaiki, memberi ruang belajar yang lebih layak bagi anak-anak desa.
Doa dan Kenangan
Rabu ini, suasana haru terasa di lapangan sekolah SDN 2 Cisarua. Para guru, kepala sekolah, siswa, dan relawan berkumpul untuk mengenang jasa para pejuang pendidikan yang telah mendahului kita, termasuk Kang Acil. Acara sederhana namun penuh kekhusyukan itu dipandu oleh Pak Suhaeli, yang mengisahkan sejarah perjuangan para relawan dalam membangun kembali sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Selain Kang Acil, masyarakat juga mendoakan almarhum Arif Pribadi, sosok yang tekun mengawasi pembangunan sekolah, serta almarhumah Dyah Puji, bendahara yayasan yang setia mendukung dari belakang layar. Banyak guru yang baru menyadari betapa besar peran mereka dalam menghidupkan kembali semangat pendidikan di desa ini.
Warisan Nyata
Acara tersebut tidak hanya menjadi momen doa bersama, tetapi juga pengingat bahwa warisan nyata seseorang bukan hanya apa yang ditinggalkan di dunia seni atau panggung, melainkan juga kepedulian dan kerja nyata untuk sesama.
Kang Acil Bimbo, Pak Arif Pribadi, dan Bu Dyah Puji adalah tiga sosok yang berbeda latar belakang, tetapi dipertemukan oleh satu cita-cita: menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Allah SWT, dan semoga kita semua mampu melanjutkan perjuangan mereka demi masa depan sekolah-sekolah dan masyarakat yang lebih berdaya
