Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the boostify domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/n1575437/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Jejak Inspirasi untuk Desa Wogo, Nusa Tenggara Timur – Kampung Ilmu
4x bet1 win casino1win aviatorparimatch1win aviator1win casinomostbet azmostbet india1win saytilucky jet online1 winpin up casinomostbet aviator login1win loginmosbet aviatoraviatorмостбетlucky jetpin up az4rabet bangladeshmostbet kzparimatchlucky jet casinomostbet casinopin up1win1win kzpin up bet1 win aviatorpinupmosbetmostbet casinopin-up1win lucky jetpin up casinopinup login1win apostamosbetmostbet casinoone win gamelucky jet xmosbet indiapinup kzpin up4r bet4rabetmostbet casino1win casinolucky jet crashmosbet casino1win lucky jet

Jejak Inspirasi untuk Desa Wogo, Nusa Tenggara Timur

Purwakarta, 27 Juni 2026 – Perjalanan belajar tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Terkadang, hanya dalam hitungan jam, sebuah kunjungan mampu membuka wawasan baru, menumbuhkan semangat, bahkan melahirkan gagasan yang siap dibawa pulang untuk membangun kampung halaman.

Itulah yang dirasakan rombongan ibu-ibu dari Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, saat berkunjung ke Kampung Ilmu Purwakarta.

Sebelumnya, mereka mengikuti kegiatan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia Timur kepada para tamu asing (expatriate) di Hotel Jakarta atas inisiatif Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Di sela rangkaian kegiatan tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk belajar langsung tentang pemberdayaan masyarakat di Kampung Ilmu.

Rombongan dipimpin oleh Ibu Susi dan didampingi A. M. Jufri, Tenaga Ahli Wakil Menteri KPPPA, bersama Ursula Dae, Agustina Milo, Rosdiana, Benedikta Lusi, dan Theresia Wua.

Setibanya di Kampung Ilmu, rombongan disambut hangat oleh para relawan dan warga yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain mendengarkan paparan mengenai berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kampung Ilmu, rombongan juga aktif berdialog, bertanya, dan saling berbagi pengalaman tentang pengembangan potensi desa.

Usai berdiskusi, rombongan diajak berkeliling menggunakan mobil bak terbuka untuk melihat langsung berbagai sentra kegiatan masyarakat.

Tujuan pertama adalah kebun warga yang menjadi contoh pemanfaatan lahan di pekarangan rumah. Di sana mereka melihat bagaimana pekarangan dapat diubah menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan keluarga.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju bangunan SPPG Kampung Ilmu. Berbagai fasilitas yang tersedia beserta konsep pengelolaannya menarik perhatian rombongan karena memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan SPPG yang telah mereka kenal sebelumnya.

Kunjungan berikutnya mengarah ke Sentra Kambing Perah Kampung Ilmu.

Selain melihat langsung kandang dan sistem pemeliharaan, rombongan juga berdialog mengenai manajemen ternak, jenis kambing, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari peternakan kambing perah.

Setelah makan siang bersama, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sentra Ayam Petelur.

Di sela penjelasan mengenai teknik budidaya ayam petelur, manajemen kandang, pakan, kesehatan ternak, hingga peluang usaha, Ibu Susi turut berbagi cerita bahwa desa mereka saat ini sedang menghadapi musibah berupa kematian ayam secara massal.

Percakapan pun berkembang menjadi sesi berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit, pentingnya biosekuriti, serta pengelolaan peternakan yang lebih baik agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Perjalanan edukasi dilanjutkan menuju sentra pembibitan tanaman.

Di lokasi ini, rombongan memperoleh penjelasan mengenai teknik pembibitan berbagai tanaman produktif yang dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat.

Sebagai kenang-kenangan sekaligus simbol harapan, setiap peserta membawa pulang beragam bibit tanaman untuk ditanam dan dikembangkan di kampung halaman.

Tidak hanya itu, mereka juga menyaksikan secara langsung proses pembuatan silase, yaitu pakan ternak hasil fermentasi yang menjadi salah satu solusi penyediaan pakan berkualitas sepanjang tahun.

Sebelum kembali ke Jakarta, rombongan menyempatkan berdiskusi bersama Ibu Nining, Manajer Kampung Ilmu.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Susi menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Meski waktu kunjungan sangat singkat, menurutnya banyak pengalaman berharga yang dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di Desa Wogo.

Ia berharap hubungan baik ini dapat terus berlanjut. Bahkan, ke depan pihaknya berencana mengirim tiga peserta dari Desa Wogo untuk belajar lebih lama di Kampung Ilmu agar memperoleh pengalaman yang lebih mendalam mengenai pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.

Menjalin Persaudaraan, Membangun Indonesia dari Desa

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi ilmu tidak mengenal batas wilayah. Dari Purwakarta hingga Ngada, dari Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Timur, setiap daerah memiliki potensi yang dapat saling melengkapi.

Melalui pertemuan sederhana ini, terjalin persaudaraan baru yang diharapkan melahirkan kolaborasi berkelanjutan. Sebab membangun Indonesia tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi dari desa-desa yang saling belajar, saling menginspirasi, dan bersama-sama menumbuhkan harapan.

Kampung Ilmu Purwakarta percaya bahwa setiap tamu yang datang bukan sekadar berkunjung, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menyebarkan semangat pemberdayaan, kemandirian, dan gotong royong ke berbagai penjuru Nusantara.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top